DP KPR naik, pengembang ikut risau

Selasa, 20 Maret 2012 - 12:20 WIB
DP KPR naik, pengembang...
DP KPR naik, pengembang ikut risau
A A A
Sindonews.com - Kenaikan besaran uang muka atau down payment (DP) kredit kepemilikan rumah (KPR) sebesar 30 persen, selain meresahkan masyarakat juga membuat pengembang risau. Pasalnya dengan kebijakan baru yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI) ini, sudah pasti akan mengurangi daya beli rumah masyarakat, dan ujungnya berpengaruh pada penjualan produk properti sektor hunian.

Salah satu pengembang besar dalam negeri, Sinar Mas Land menyatakan kondisi ini sudah pasti akan berpengaruh pada konsumen. Meskipun, sejauh mana pengaruh tersebut dapat terlihat pada angka-angka penjualan belum dapat dipastikan.

"Kebijakan BI yang mengharuskan konsumen membayar DP sebesar 30 persen, di mana sebelumnya hanya 20 persen pasti akan ada pengaruhnya pada konsumen, terutama konsumen menengah bawah. Tapi, kami tidak bisa memprediksi seberapa besar hal ini akan mempengaruhi pa.da penjualan properti yang dijual oleh Sinar Mas Land sendiri," kata Managing Director Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land Ishak Chandra sebagaimana dikutip dari Okezone, Selasa (20/3/2012).

Menurut Ishak, kebijakan yang telah dikeluarkan BI ini ke depannya dapat dilihat perkembangan dan pengaruhnya terhadap pasar properti Tanah Air yang sedang tumbuh baik saat ini.

"Kami berharap jika kebijakan ini ternyata berpengaruh kurang baik bagi industri properti, pemerintah tidak segan-segan untuk melakukan koreksi. Karena kita tahu bahwa meski kebutuhan akan perumahan sangat tinggi, namun kemampuan masyarakat, terutama menengah bawah, masih belum begitu baik," paparnya.

Kebijakan baru ini telah resmi dikeluarkan oleh BI, namun banyak pihak yang masih menyayangkan. Meskipun sebenarnya pengembang merasa senang dengan kebijakan ini, namun di sisi lain, ada masalah utama yang lebih berat, yakni akan berkurangnya daya beli dan kesempatan masyarakat kelas menengah dalam memiliki rumah impian. Hal ini mau tak mau membuat pengembang menjadi gundah gulana.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Seluruh Laporan Keuangan...
Seluruh Laporan Keuangan BUMN Tahun 2025 Sudah Masuk Danantara, Intip Bocorannya
32 menit yang lalu
Waste-to-Energy Dinilai...
Waste-to-Energy Dinilai Efektif Atasi Sampah Nasional, Asal Masyarakat Dilibatkan
1 jam yang lalu
Purbaya Sangkal Merah...
Purbaya Sangkal Merah Putih Bond Jadi Celah Pencucian Uang, Singgung Peran Singapura
1 jam yang lalu
Pemadaman Listrik Ungkap...
Pemadaman Listrik Ungkap Pentingnya Sinkronisasi RKAB dan Pasokan Batu Bara
1 jam yang lalu
ICDX dan Bursa Komoditas...
ICDX dan Bursa Komoditas Belarus Jalin Kerja Sama Perdagangan Internasional
1 jam yang lalu
EMAS Tembus Bursa Hong...
EMAS Tembus Bursa Hong Kong, Analis: Jadi Booster Citra Investasi Indonesia
2 jam yang lalu
Infografis
Batas Aman Makan Kue...
Batas Aman Makan Kue Lebaran Biar Berat Badan Tidak Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved