Bisnis transportasi kian kompetitif

Rabu, 21 Maret 2012 - 10:55 WIB
Bisnis transportasi...
Bisnis transportasi kian kompetitif
A A A
Sindonews.com - Kereta api cepat Jakarta-Bandung memang baru sebatas rencana, namun apabila rencana ini terealisasi maka akan memacu persaingan bisnis transportasi yang kompetitif. Tidak mustahil, warga akan lebih memilih kereta api cepat ketimbang alat transportasi yang ada saat ini.

Ketua Asosiasi Pengusaha Travel Bandung Andrew Arristianto mengatakan, rencana Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) membuat kereta cepat Bandung- Jakarta dengan waktu tempuh 45 menit, kemungkinan berimbas terhadap bisnis travel. Angkutan travel berpotensi kurang diminati penumpang.

“Efeknya pasti ada. Tapi, kami belum bisa memperkirakan lebih lanjut. Karena, wacana ini masih sangat dangkal dan belum tahu seperti apa teknis operasionalnya,” kata Andrew di Bandung, Selasa 20 Maret 2012.

Pengusaha travel, lanjut dia, siap bersaing apabila kereta cepat masuk kawasan tersebut. Beberapa langkah yang bisa ditempuh, yakni mempercepat waktu tempuh, dengan menuntut fasilitas maksimal kepada pengelola jalan tol. Selama ini, kemacetan menjadi penyebab utama lambatnya waktu tempuh travel Bandung-Jakarta. “Kami siap bersaing. Itu bisa kami lakukan, apabila skema kereta cepat sudah pasti,” tuturnya.

Salah satu strategi yang akan disasar adalah tarif angkutan. Operator travel bisa memberi tarif lebih murah ketimbang tarif kereta cepat. Langkah tersebut diharapkan menarik minat masyarakat menggunakan travel.

Kepala Humas Daop II Bandung Bambang S Prayitno belum bisa berkomentar terkait rencana pemerintah membuat kereta cepat Bandung-Jakarta. “Pada intinya, wacana tersebut sangat bagus, karena pelayanan terhadap konsumen transportasi massal akan lebih baik,” kata Bambang.

Ketika disinggung kesiapan PT KAI menjadi operator kereta cepat, Bambang mengaku menyerahkan hal tersebut kepada pemerintah. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Penetapan Pemasok Batu...
Penetapan Pemasok Batu Bara PLTU Jadi Kewenangan Penuh Ditjen Minerba
9 menit yang lalu
APBN Semester I 2026...
APBN Semester I 2026 Defisit Rp196,5 Triliun, Purbaya: Kinerja Fiskal Tetap Kuat
20 menit yang lalu
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
1 jam yang lalu
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
2 jam yang lalu
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
3 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
3 jam yang lalu
Infografis
Kwik Kian Gie, Ekonom...
Kwik Kian Gie, Ekonom yang Lantang Suarakan Indonesia Tak Boleh Tergantung IMF
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved