Penjualan Chandra Asri tumbuh 22,2%

Jum'at, 30 Maret 2012 - 09:40 WIB
Penjualan Chandra Asri...
Penjualan Chandra Asri tumbuh 22,2%
A A A
Sindonews.com – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP) membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 22,2 persen menjadi USD2,2 miliar pada akhir Desember 2011 dibandingkan tahun sebelumnya USD1,8 miliar.

Presiden Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra mengatakan, laporan Keuangan per tanggal 31 Desember 2010 merupakan Laporan Keuangan dari PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk yang diukur dan disajikan kembali, agar dapat dibandingkan dengan kinerja CAP 2011.

“Penyajian kembali adalah penghitungan dimana seolah-olah PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk telah merger pada tahun 2010,” ujar Erwin dalam siaran persnya kemarin.

Seperti diketahui PT Chandra Asri dan PT Tri Polyta Indonesia Tbk, menggabungkan diri dan mulai efektif beroperasi sebagai entitas baru,yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk pada 1 Januari 2011. Menurut Erwin, peningkatan penjualan CAP di tahun 2011, ditopang oleh kenaikan harga jual produk petrokimia seperti ethylene, styrene monomer, polyethylene, polypropylene serta PyGas dan Crude C4.

Kenaikan harga jual produk petrokimia ini dipacu juga oleh tingginya harga minyak dunia yang masih berkisar di USD110 per barrel. Selain itu efisiensi yang terjadi pasca merger turut memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan. Selain membukukan peningkatan penjualan, lanjut dia, CAP juga membukukan perolehan Laba bersih per 31 Desember 2011 yang mencapai USD8 juta.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
39 menit yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
3 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
11 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved