BBM belum naik, nelayan sudah bayar lebih mahal
Selasa, 03 April 2012 - 14:08 WIB
BBM belum naik, nelayan sudah bayar lebih mahal
A
A
A
Sindonews.com - Belum lagi para nelayan lepas dari kesulitan ekonomi pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun 2008, tahun ini nelayan Indonesia akan kembali dihadapkan pada kenyataan yang lebih pahit. Manakala harga BBM akan dinaikkan kembali. Pasalnya, para nelayan harus membayar bahan bakar lebih tinggi daripada ketentuan sebenarnya.
"Sejak kenaikan BBM di tahun 2008, nelayan sudah membeli solar seharga Rp5.000 sampai Rp6.000 liternya," ujar Sekjen Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana dalam siaran persnya di kantor Sekretariat Serikat Petani Indonsesia, Jalan Mampang Prapatan XIV, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2012).
Permasalahan tersebut, kata Budi, belum lagi ditambah dengan kenaikan harga perbekalan seperti sembako, es balok, dan lain-lain yang ikut melambung. "Apa lagi 70 persen tergantung pada bahan bakar minyak, namun tidak diikuti dengan pendapatan para nelayan karena secara akses pasar selama ini selalu dimonopoli oleh pemodal," tambah Budi lagi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, saat ini harga solar yang dibeli nelayan sudah mencapai Rp7.500, walau pemerintah tak jadi menaikkan harga BBM secara resmi. "Ketersediaan SPBN bagi nelayan lebih biasa dinikmati oleh kapal-kapal yang bertonase di atas 30 gross ton (GT), sedangkan nelayan tradisional (dibawah 5 GT) harus berhutang pada pemodal," tutup Budi.
"Sejak kenaikan BBM di tahun 2008, nelayan sudah membeli solar seharga Rp5.000 sampai Rp6.000 liternya," ujar Sekjen Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana dalam siaran persnya di kantor Sekretariat Serikat Petani Indonsesia, Jalan Mampang Prapatan XIV, Jakarta Selatan, Selasa (3/4/2012).
Permasalahan tersebut, kata Budi, belum lagi ditambah dengan kenaikan harga perbekalan seperti sembako, es balok, dan lain-lain yang ikut melambung. "Apa lagi 70 persen tergantung pada bahan bakar minyak, namun tidak diikuti dengan pendapatan para nelayan karena secara akses pasar selama ini selalu dimonopoli oleh pemodal," tambah Budi lagi.
Lebih lanjut Budi menjelaskan, saat ini harga solar yang dibeli nelayan sudah mencapai Rp7.500, walau pemerintah tak jadi menaikkan harga BBM secara resmi. "Ketersediaan SPBN bagi nelayan lebih biasa dinikmati oleh kapal-kapal yang bertonase di atas 30 gross ton (GT), sedangkan nelayan tradisional (dibawah 5 GT) harus berhutang pada pemodal," tutup Budi.
()