Tekan harga BBM, premium-pertamax akan dicampur

Rabu, 04 April 2012 - 12:15 WIB
Tekan harga BBM, premium-pertamax...
Tekan harga BBM, premium-pertamax akan dicampur
A A A
Sindonews.com - Perbedaan harga jual yang tinggi antara Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dengan BBM nonsubsidi menyebabkan pemerintah mewacanakan mencampur premium dan pertamax sehingga harga kedua jenis bahan bakar ini relatif lebih murah dikonsumsi masyarakat.

"Soal BBM bersubsidi, ada ide saya ngobrol sama beberapa teman, pemerintah mau adakan premix round 90. Jadi campuran BBM round 88 yang disubsidi (premium) dan round 92 yang enggak disubsidi (pertamax)," ungkap Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo di acara Forum Group Discussion tentang konversi BBG, di Hotel Atlet Century, Jakarta, Rabu (4/4/2012).

Wamen menyebutkan, di Indonesia campuran BBM yang terdiri dari premium dan pertamax ini memiliki banyak pasar. Pasalnya, ada beberapa kalangan yang masih enggan berpindah ke pertamax tetapi merasa berdosa menghabiskan subsidi uang negara dengan terus memakai premium.

Adapun perhitungan dari harga BBM tersebut, lanjut Widjajono, merupakan gabungan dari keduanya. "Jadi harganya dibagi dua, kalau pertamax Rp10 ribu per liter, premium Rp4.500 per liter, ya nanti Rp7.250," lanjut dia.

Guru Besar Perminyakan ITB ini menambahkan, hal ini tidak akan merugikan siapapun termasuk Pertamina, karena proses pencampuran kedua jenis BBM ini tidak membutuhkan banyak hal.

Meski begitu, dirinya tidak dapat memberikan kepastian rencana. Menurutnya, dia harus berdiskusi dengan beberapa pihak lain sebelum menerapkan BBM campuran ini.

Seperti diketahui, pemerintah memang kerap menaikkan atau menurunkan harga pertamax sesuai dengan kondisi minyak mentah global.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo dalam sebuah kesempatan mengatakan, sekarang ini harga pertamax cs bisa kapan saja berubah, tergantung harga minyak mentah dunia. "SPBU juga sudah biasa. Itu (tidak ada publikasi) memang sudah strategi kita," imbuhnya.

Ditambahkan Vice President Corporate Communication Pertamina M Harun, langkah perubahan harga tersebut untuk menyesuaikan dengan harga si emas hitam yang terus merangkak naik. "Karena harga-harga produk minyak di pasar dunia naik. Jadi kita ikuti mekanisme harga pasar," kata dia.

Sebagai informasi, harga Pertamax per 1 April 2012 naik menjadi Rp10.200 per liter bila dibandingkan dengan harga pertamax pada 15 Maret 2012 yang mencapai Rp9.550 per liter. Sedangkan untuk harga Premium saat ini berada di Rp4.500 per liter. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
4 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
5 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved