Ekonomi 15 Negara Mitra Dagang AS yang Paling Terpukul Tarif Timbal Balik Trump

Selasa, 01 April 2025 - 22:09 WIB
loading...
Ekonomi 15 Negara Mitra...
Ekonomi 15 negara mitra dagang AS yang paling terpukul tarif timbal balik Presiden AS Donald Trump. FOTO/AP
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerapkan kebijakan "tarif timbal balik" yang akan mengguncang perdagangan global. Langkah tersebut untuk mengatasi ketidakseimbangan perdagangan yang tidak adil karena AS mengimpor lebih banyak barang daripada ekspor.

Meskipun rincian pajak impor Trump masih samar, sejumlah negara diperkirakan akan terpukul lebih keras daripada yang lain. "Dirty 15" khususnya telah menarik perhatian.

Diciptakan oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, istilah ini mengacu pada 15% ekonomi yang menyumbang sebagian besar ketidakseimbangan perdagangan dengan AS sambil memberlakukan tarif yang tinggi dan hambatan non-tarif lainnya pada barang-barang AS.

Bessent tidak menyebutkan nama 15 mitra dagang AS tersebut, tetapi menurut data dari Departemen Perdagangan AS, China memiliki surplus perdagangan terbesar dengan AS pada 2024 sebesar USD295,4 miliar.

Diikuti oleh Uni Eropa, Meksiko, Vietnam, Irlandia, Jerman, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Kanada, India, Thailand, Italia, Swiss, dan Malaysia. Beberapa negara-negara mitra dagang tersebut telah melakukan upaya untuk menenangkan AS menjelang pengumuman tarif.

Vietnam, yang memiliki surplus perdagangan senilai USD123,5 miliar dengan AS pada 2024, menandatangani kesepakatan energi dan mineral senilai USD4 miliar dengan perusahaan-perusahaan AS ketika menteri perdagangannya baru-baru ini mengunjungi Washington.

Kesepakatan yang sangat penting ini bertujuan untuk membangun perdagangan yang seimbang dan harmonis dan akan menciptakan ratusan ribu lapangan kerja bagi para pekerja di kedua negara, kata PetroVietnam Power Corporation.

Baca Juga: Negara Baru BRICS Ini Tolak Mata Uang Lokal untuk Transaksi Minyak, Pilih Dolar AS

Menteri perdagangan dan industri India melakukan beberapa perjalanan ke AS untuk membahas isu-isu penting, dengan negara ini dilaporkan terbuka untuk memotong tarif impor AS senilai USD23 miliar. Korea Selatan juga telah mengirimkan kementerian perindustriannya ke Washington untuk mencari bantuan sembari mengaktifkan strategi daruratnya.

Taiwan, yang mengalami peningkatan surplus perdagangan senilai USD26,1 miliar dengan AS sebelumnya mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan berbagai tanggapan terhadap potensi tarif baru dari AS, termasuk meningkatkan impor energi dan mengurangi tarif pulau itu sendiri untuk menyeimbangkan perdagangan bilateral.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Rekomendasi
Kepala BGN Nanik Deyang...
Kepala BGN Nanik Deyang Pastikan Anak Orang Kaya Tak Akan Dapat MBG Lagi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved