Triputra operasikan pabrik baru

Kamis, 05 April 2012 - 10:39 WIB
Triputra operasikan...
Triputra operasikan pabrik baru
A A A


Sindonews.com - PT First Lamandau Timber International (FLTI), perusahaan yang tergabung dalam PT Triputra Agro Persada (TAP) resmi mengoperasikan pabrik pengolahan kelapa sawit.

Peresmian pengoperasian pabrik ini dilakukan Dirjen Perkebunan Gamal Nasir di Desa Tangga Batu, Kecamatan Belantikan Raya, Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah, Selasa (3/4) lalu. Peresmian pabrik ini yang bertepatan dengan ulang tahun ke-7 Triputra Agro Persada itu ditandai dengan pemukulan gong dan pengguntingan pita oleh Dirjen Perkebunan dan jajaran Direksi TAP.

Selain itu, Dirjen Perkebunan dan Bupati Lamandau Marukan menandatangani prasasti. Acara ini dihadiri pula oleh Wakil Bupati Lamandau Sugiarto, beserta segenap manajemen Triputra Agro Persada Group, antara lain Komisaris Toddy M Sugoto, CEO Arif P Rachmat, CEO TAP Area Kalimantan Tengah yang juga Komisaris FLTI Tjandra Karya Hermanto, serta direktur FLTI antara lain Hadi Handoko dan Alex Suryawijaya Chandra.

“Pembangunan pabrik kelapa sawit ini merupakan solusi dari kebutuhan olah tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan oleh kebun FLTI.Total investasinya sekitar Rp95 miliar” kata Tjandra Karya Hermanto dalam keterangan tertulis, Rabu 4 April 2012.

Keunggulan pabrik ini adalah penggunaan material stainless steel yang berkualitas tinggi, teknologi Vertical Sterilizer dan dibangun dengan proses in-house design yang membuat proses produksi secara keseluruhan jadi lebih efisien.

Pabrik ini juga merupakan penyempurnaan dan inovasi dari pabrik kelapa sawit yang telah dibangun TAP sebelumnya.

Direktur Teknik Mill FLTI Ding Lee Ming dan stafnya membangun pabrik yang mengolah TBS menjadi minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO) ini dalam waktu relatif singkat, yakni 11 bulan. ”FLTI menyerap sejumlah tenaga kerja dan sekitar 80% telah direkrut dari masyarakat sekitar,” kata Ming.

Pada kesempatan itu, CEO TAP Group Arif P Rachmat mengatakan pabrik FLTI menggunakan bahan baku TBS produksi masyarakat sekitar, yang dibeli dengan harga yang saling menguntungkan.

“Hal ini menunjukkan bahwa kami mempunyai komitmen untuk meningkatkan taraf ekonomi di lingkungan sekitar pabrik,” kata nya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
32 menit yang lalu
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
2 jam yang lalu
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
2 jam yang lalu
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
2 jam yang lalu
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
3 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved