Indef soroti transparasi seleksi DK OJK
Selasa, 10 April 2012 - 10:51 WIB
Indef soroti transparasi seleksi DK OJK
A
A
A
Sindonews.com - Indef memiliki beberapa catatan penting dalam pembentukan Ototritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu yang paling disorot adalah prosedur pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) dan seleksi Dewan Komisioner OJK.
Direktur Indef, Enny Sri mengungkapkan kapasitas Pansel patut dipertanyakan, mengingat harus representatif baik dari segi keterwakilan asal lembaga maupun pemikiran ekonomi dan keuangan.
"Banyaknya mahzab ekonomi yang berkembang di masing-masing ekonom, apakah bisa disatukan? Apakah sudah terukur dengan jelas untuk merepresentasikan pemikiran ekonomi yang ada ?," ungkap Enny dalam konferensi pers di Energy Tower, SCBD, Jakarta, Selasa (10/4/2012).
Kemudian, lanjut Enny, objektifitas dan transparan. Calon harus mendapat surat referensi dari Bank Indonesia (BI) dan Bapepam L/K, sehingga menurut Enny akan adanya potensi subyektifitas.
"Komposisi Pansel itu didominasi dari birokrasi bukan dari pihak luar yang hanya menyebabkan komposisi hasil seleksi pansel lebih didominasi birokrat," tambahnya.
Indef juga mempertanyakan kapabilitas calon OJK apakah sudah representatif, mewakili perbankan, pasar modal, keuangan non-bank, pengamat ekonomi dan akademisi.
"Hasil seleksi Pansel (14 calon komisioner) didominasi dari lingkungan Kemenkeu, BI dan Bank Mandiri. Proporsi profesional/praktisi dan akademisi/pengamat relatif terbatas," jelasnya.
Seperti yang diketahui, OJK merupakan lembaga strategis secara fungsi di sektor keuangan. Kemudian posisi strategis ini akan mencakup ±Rp7.000 triliun. Sehingga mewujudkan independensi OJK merupakan hal yang utama. (bro)
()