Terus gratiskan tol, Dahlan mau bangkrutkan Jasa Marga?
Selasa, 10 April 2012 - 11:08 WIB
Terus gratiskan tol, Dahlan mau bangkrutkan Jasa Marga?
A
A
A
Sindonews.com - Aksi Menteri BUMN Dahlan Iskan menggratiskan pintu tol menuai kritikan. Sudah dua kali Dahlan menggratiskan jalan tol, yakni di jalan tol milik PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan jalan tol Ancol Barat yang ternyata milik PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP).
Meski awalnya mengira jalan tol itu milik Jasa Marga, sejumlah pihak menilai langkah Dahlan ini sebagai salah satu upaya untuk membangkrutkan Jasa Marga.
“Selain merugikan CMNP, tindakan Dahlan akhir-akhir ini mengratiskan pintu tol ibaratnya ingin membangkrutkan Jasa Marga secara tidak langsung,” terang Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Azis seperti dikutip okezone, Selasa (10/4/2012).
Tindakan Dahlan Iskan yang pertama terjadi pada Selasa 20 Maret 2012. Saat itu dia melempar bangku di gardu tol Semanggi akibat panjangnya antrean di pintu tol, dia juga menggratiskan kendaraan yang akan masuk ke jalan tol tersebut.
Kemudian kemarin, Dahlan kembali melakukan langkah reaktif untuk kedua kalinya. Dia kembali menemui pintu tol di kawasan Ancol yang kembali mengalami kemacetan. Tak berbeda seperti tindakannya yang lalu, Dahlan kembali menggratiskan pintu tol. Namun ternyata pengelola pintu tol tersebut bukanlah perusahaan pelat merah, melainkan milik swasta, yakni CMNP.
"Ini SMS saya copy di grup (di BBM) Pak Menteri yang ditujukan ke Pak Sumaryanto Deputy Infralog. 'Pak Sum, pintu tol Ancol barat luar biasa macetnya'," demikian disampaikan Kepala Humas dan Protokoler BUMN Faisal Hilmi.
Melihat adanya macet di pintu tol Ancol, mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, kembali turun dari mobilnya dan mengatur lalulintas di sana. "Terpaksa saya turun tangan di pintu tol, minta mereka jalan terus dan menggratiskan mereka. Empat loketnya sudah buka semua dan menurut petugas tol di situ tiap hari seperti itu," lanjut Dahlan seperti dituturkan Faisal.
Melihat kejadian ini, Dahlan berkesimpulan bahwa pintu tol tersebut diperlukan petugas penarik karcis yang berdiri setidaknya tambah empat orang. "Tolong langsung dilaksanakan," perintah Dahlan kepada jajarannya.
Saat kejadian pertama di pintu tol Semanggi amukan Dahlan Iskan di gerbang tol Semanggi terjadi lantaran dia sudah memperingatkan Jasa Marga dalam tiga bulan ini. Dahlan menuturkan insiden membuang kursi di gerbang tol ke pinggir jalan karena kursi-kursi tersebut tidak ada gunanya.
"Karena orangnya atau petugasnya tidak ada di loket di tengah-tengah antrean mobil masuk gerbang tol yang begitu panjang," tulis Dahlan.
Dahlan menambahkan, setiap kali dia masuk gerbang tol yang antreannya panjang, maka seketika itu juga dia melayangkan SMS kepada direksi Jasa Marga. Dahlan saat itu menggratiskan sekira 100 mobil yang sedang mengantre.
Meski awalnya mengira jalan tol itu milik Jasa Marga, sejumlah pihak menilai langkah Dahlan ini sebagai salah satu upaya untuk membangkrutkan Jasa Marga.
“Selain merugikan CMNP, tindakan Dahlan akhir-akhir ini mengratiskan pintu tol ibaratnya ingin membangkrutkan Jasa Marga secara tidak langsung,” terang Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Harry Azhar Azis seperti dikutip okezone, Selasa (10/4/2012).
Tindakan Dahlan Iskan yang pertama terjadi pada Selasa 20 Maret 2012. Saat itu dia melempar bangku di gardu tol Semanggi akibat panjangnya antrean di pintu tol, dia juga menggratiskan kendaraan yang akan masuk ke jalan tol tersebut.
Kemudian kemarin, Dahlan kembali melakukan langkah reaktif untuk kedua kalinya. Dia kembali menemui pintu tol di kawasan Ancol yang kembali mengalami kemacetan. Tak berbeda seperti tindakannya yang lalu, Dahlan kembali menggratiskan pintu tol. Namun ternyata pengelola pintu tol tersebut bukanlah perusahaan pelat merah, melainkan milik swasta, yakni CMNP.
"Ini SMS saya copy di grup (di BBM) Pak Menteri yang ditujukan ke Pak Sumaryanto Deputy Infralog. 'Pak Sum, pintu tol Ancol barat luar biasa macetnya'," demikian disampaikan Kepala Humas dan Protokoler BUMN Faisal Hilmi.
Melihat adanya macet di pintu tol Ancol, mantan Direktur Utama PLN Dahlan Iskan, kembali turun dari mobilnya dan mengatur lalulintas di sana. "Terpaksa saya turun tangan di pintu tol, minta mereka jalan terus dan menggratiskan mereka. Empat loketnya sudah buka semua dan menurut petugas tol di situ tiap hari seperti itu," lanjut Dahlan seperti dituturkan Faisal.
Melihat kejadian ini, Dahlan berkesimpulan bahwa pintu tol tersebut diperlukan petugas penarik karcis yang berdiri setidaknya tambah empat orang. "Tolong langsung dilaksanakan," perintah Dahlan kepada jajarannya.
Saat kejadian pertama di pintu tol Semanggi amukan Dahlan Iskan di gerbang tol Semanggi terjadi lantaran dia sudah memperingatkan Jasa Marga dalam tiga bulan ini. Dahlan menuturkan insiden membuang kursi di gerbang tol ke pinggir jalan karena kursi-kursi tersebut tidak ada gunanya.
"Karena orangnya atau petugasnya tidak ada di loket di tengah-tengah antrean mobil masuk gerbang tol yang begitu panjang," tulis Dahlan.
Dahlan menambahkan, setiap kali dia masuk gerbang tol yang antreannya panjang, maka seketika itu juga dia melayangkan SMS kepada direksi Jasa Marga. Dahlan saat itu menggratiskan sekira 100 mobil yang sedang mengantre.
()