Mobil 2.000 CC bakal wajib Pertamax

Kamis, 12 April 2012 - 14:13 WIB
Mobil 2.000 CC bakal...
Mobil 2.000 CC bakal wajib Pertamax
A A A
Sindonews.com – Maraknya mobil mewah yang masih mengkonsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi membuat pemerintah serius untuk melakukan pembatasan BBM bersubsidi.

Menteri Perindustrian MS Hidayat menjelaskan saat ini Pemerintah masih menggodok jenis mobil yang akan dilarang menggunakan Premium.
Pemerintah akan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur pelarangan mobil pribadi dengan tipe tertentu menggunakan Premium.

Pemerintah akan membatasi penggunaan bensin nonsubsidi pada kendaraan pribadi. Salah satu caranya dengan mengacu pada kapasitas mesin tertentu. Meski demikian masih digodok komposisi aturan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) terbaik bersama-sama dengan stakeholder.

“Saat ini masih dalam tahap pembicaraan guna mematangkan keputusan. Kemungkinan mobil dengan kapasitas mesin di atas 1.500cc atau 2.000cc akan wajib Pertamax. Tapi semua belum diputuskan masih dirapatkan,” ungkap Menteri Perindustrian MS Hidayat di Istana Negara, Kamis (12/4/2012).

Hidayat berjanji akan mengeluarkan aturan yang tidak merugikan semua pihak, apalagi bila sampai mempengaruhi industri pasar automotif di Indonesia. Menurutnya, saat ini mobil pribadi memang sudah terlalu banyak dan akan bertambah banyak. Masalah inilah yang perlu dibenahi.

“Nanti kita akan atur semuanya dan diusahakan tetap tidak mempengaruhi industri automotif Tanah Air. Dan yang perlu dibenahi adalah mobil pribadi yang menggunakan bahan bakar Premium, jumlahnya hampir 50 persen. Inilah yang akan kita benahi,” tambah Hidayat.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan Penurun Kolesterol...
5 Makanan Penurun Kolesterol Usai Lebaran yang Wajib Dicoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved