PT Humpuss Patragas bakal masuk Bojonegoro

Minggu, 15 April 2012 - 20:00 WIB
PT Humpuss Patragas...
PT Humpuss Patragas bakal masuk Bojonegoro
A A A


Sindonews.com - PT Humpuss Patragas, perusahaan milik Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto, bakal ikut mengelola minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, di Desa Mojodelik, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

PT Humpuss Patragas kini sedang mengurus izin lokasi, izin mendirikan bangunan, dan izin gangguan di Badan Perizinan Pemkab Bojonegoro. “Izin lokasi buat PT Humpuss Patragas baru saja keluar. Namun, izin mendirikan bangunan dan izin gangguan masih proses,” ujar Kepala Badan Perizinan Pemkab Bojonegoro, Bambang Waluyo, Minggu (15/4/2012).

PT Humpuss Patragas mendapatkan izin lokasi di Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro. Lokasi yang akan dipakai untuk pendirian kilang dan pengolahan minyak mentah itu seluas 6 hektar. Lokasi itu terletak sekitar 20 kilometer dari lokasi Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, yang dikelola PT Mobil Cepu Limited (MCL) – anak perusahaan Exxon Mobil Corporation asal Amerika Serikat.

Menurut Bambang Waluyo, sesuai rencana PT Humpuss Patragas akan memindahkan sejumlah kilang yang saat ini masih berada di Cepu, Blora Jawa Tengah, ke lokasi di Desa Sumengko tersebut. PT Humpuss Patragas akan membeli minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip lalu mengolahnya di kilang-kilang mini tersebut.

Saat ini di Desa Sumengko sebetulnya telah berdiri PT Tri Wahana Universal (TWU) yang juga membeli dan mengolah minyak mentah dari Lapangan Banyu Urip. Namun, PT TWU hanya membeli dan mengolah minyak mentah sebanyak 6 ribu barel per hari.

Sementara itu menurut Deputy Development Manager PT Mobil Cepu Limited, Elviera Putri, saat ini kapasitas produksi minyak mentah di Lapangan Banyu Urip sekitar 20 ribu barel per hari. Produksi minyak mentah itu bersumber dari 49 sumur. “Produksi minyak mentah di Lapangan Banyu Urip 20 ribu barel per hari,” ujarnya.

Saat ini pemerintah juga sedang mengerjakan proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi Banyu Urip. Proyek itu meliputi pembangunan fasilitas produksi di Lapangan Banyu Urip, pembangunan pipa untuk alir muat minyak mentah Bojonegoro-Tuban, pembangunan dermaga untuk bersandar kapal tangker di Tuban, dan pembangunan infrastruktur.

Proyek Banyu Urip itu menelan dana hingga Rp6,3 triliun dan ditargetkan selesai pada 2014. Setelah fasilitas itu selesai dibangun maka selanjutnya produksi minyak mentah di Lapangan Banyu Urip akan dimaksimalkan hingga 165 ribu barel per hari. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
1 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
2 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
11 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
12 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
12 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved