RI-Selandia Baru perluas kerjasama geothermal

Senin, 16 April 2012 - 11:17 WIB
RI-Selandia Baru perluas...
RI-Selandia Baru perluas kerjasama geothermal
A A A
Sindonews.com - Indonesia menggandeng Selandia Baru untuk memperluas hubungan bisnisnya yang mencakup berbagai sektor seperti panas bumi (Geothermal), penerbangan serta sarana pendidikan.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyatakan, Indonesia merupakan negara tujuan para investor. Hal tersebut terlihat dari label investment grade dan perkembangan demokrasi yang sangat bagus.

"Selandia Baru tertarik untuk melakukan beberapa hal dengan Indonesia, seperti hubungan bisnis, investasi dua arah dan hubungan perdagangan," ujar John Key dalam kata sambutnnya pada Seminar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia – Selandia Baru “Membangun Kemitraan yang Lebih Kuat" di Mandarin Oriental Hotel, Jakarta, Senin (16/4/2012).

Posisi Indonesia yang signifikan sebagai mitra perdagangan dan investasi Selandia Baru diprediksi akan semakin tumbuh. Sedangkan pada tahapan sektor, prioritas utama akan difokuskan pada pengembangan teknologi panas bumi, penerbangan serta saranan pendidikan. "Diharapkan dapat memperluas hubungan sektor yang memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, Indonesia adalah pasar ekspor 10 terbesar di dunia bagi Selandia Baru dan terbesar di Asia Tenggara. Nilai ekspor Selandia baru ke Indonesia pada tahun 2011 sebesar 870 juta dolar Selandia Baru. Perdagangan bilateral di antara kedua negara mencapai 1,52 miliar dolar Selandia Baru. Indonesia merupakan sumber impor 10 terbesar bagi Selandia Baru dengan nilai 704 juta dolar Selandia Baru. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
19 menit yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
56 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
1 jam yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
1 jam yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
4 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
4 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved