Pengurangan subsidi bukti pengelolaan migas buruk

Selasa, 17 April 2012 - 15:32 WIB
Pengurangan subsidi...
Pengurangan subsidi bukti pengelolaan migas buruk
A A A
Sindonews.com - Keputusan pemerintah untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dinilai tidak memiliki dasar. Pengurangan subsidi tidak perlu dilakukan bila pengelolaan dan pengadaan migas dilakukan dengan benar.

"Pemerintah khususnya BP Migas, tidak dapat mengeksplor hasil minyak yang ada. Selain itu pemerintah hanya mengungkapkan cadangan minyak tersisa 3,9 juta barel. Padahal, banyak sudah ahli dari luar yang melakukan penelitian di Indonesia, bahwa negeri ini memiliki lebih dari 50 juta barel minyak mentah," ungkap pengamat migas, Kartubi, kepada wartawan dalam acara dialog mingguan yang diadakan oleh rumah perubahan 2.0 di Komplek Duta Merlin, Jakarta, Selasa (17/4/2012).

Lebih jauh dia mengungkapkan, memang pengelolaan migas membutuhkan dana besar untuk dapat mengeksplor titik-titik baru untuk dapatkan minyak. "Namun ada hal terpenting dari rencana pengurangan subsidi ini, yaitu realisasikan konversi BBM ke BBG, jangan konversi dari minyak ke minyak, Premium ke Pertamax kan sama-sama minyak," ujarnya.

Dia menambahkan, impor minyak ke Indonesia, seharusnya langsung pada produsen, dan jika ini dapat dilakukan, maka menurutnya pemerintah dapat menghemat Rp70 triliun, yang sebelumnya menghabiskan kurang lebih Rp350 triliun.

Dirinya juga menilai dasar dari rentetan kasus ini adalah UU Migas. Di mana pada UU migas no.22 tahun 2001, harus segera dihapus. "Itu adalah biang kerok dari hancurnya pengelolaan migas, dari pada ngurusin APBN akal-akalan ini," tegas dia. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
33 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
1 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
11 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved