Hatta: Oktober premium tidak habis, cuma over kuota
Rabu, 18 April 2012 - 15:06 WIB
Hatta: Oktober premium tidak habis, cuma over kuota
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa membantah jika pada bulan Oktober, Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi habis.
"Enggak ada istilah habis, energi itu hal yang sangat vital bagi kelangsungan kita. 2010 over kuota, tapi ada," ungkap Hatta saat ditanyakan terkait dengan pernyataan Kementerian ESDM, di kantornya, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Hatta meluruskan, bahwa yang terjadi itu adalah over kuota jika tidak dilakukan pengendalian BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. "Hanya kita mengatakan bahwa kita ingin tidak terjadi over kuota 40 juta, kalau dibiarkan maka akan meningkat menjadi sekitar 43-44 juta kl. Jadi, kalau dibiarkan, kita tidak mau, enggak boleh ada istilah premium habis, tapi kita juga harus disiplin, berani menghemat, energi mahal," paparnya
"Jadi, yang dimaksud Wamen ESDM kalau kita tidak melakukan apa-apa maka terjadi over kuota, bukan habis," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo mengatakan pasokan BBM bersubsidi akan habis pada Oktober mendatang.
"Yang saya tahu sih memang Oktober (BBM subsidi habis) sehingga memaksa pengaturan penyalurannya harus diatur mulai dari sekarang. Jadi mobil mewah enggak disubsidi sedangkan transportasi umum sama motor (harga BBM) Rp4.500 per liter," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo ditemui di JCC, Senayan pagi tadi.
"Enggak ada istilah habis, energi itu hal yang sangat vital bagi kelangsungan kita. 2010 over kuota, tapi ada," ungkap Hatta saat ditanyakan terkait dengan pernyataan Kementerian ESDM, di kantornya, Jakarta, Rabu (18/4/2012).
Hatta meluruskan, bahwa yang terjadi itu adalah over kuota jika tidak dilakukan pengendalian BBM bersubsidi dalam waktu dekat ini. "Hanya kita mengatakan bahwa kita ingin tidak terjadi over kuota 40 juta, kalau dibiarkan maka akan meningkat menjadi sekitar 43-44 juta kl. Jadi, kalau dibiarkan, kita tidak mau, enggak boleh ada istilah premium habis, tapi kita juga harus disiplin, berani menghemat, energi mahal," paparnya
"Jadi, yang dimaksud Wamen ESDM kalau kita tidak melakukan apa-apa maka terjadi over kuota, bukan habis," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Widjajono Partowidagdo mengatakan pasokan BBM bersubsidi akan habis pada Oktober mendatang.
"Yang saya tahu sih memang Oktober (BBM subsidi habis) sehingga memaksa pengaturan penyalurannya harus diatur mulai dari sekarang. Jadi mobil mewah enggak disubsidi sedangkan transportasi umum sama motor (harga BBM) Rp4.500 per liter," ujar Wakil Menteri ESDM Widjajono Partowidagdo ditemui di JCC, Senayan pagi tadi.
()