Industri cor besi Jateng setop produksi

Jum'at, 20 April 2012 - 10:40 WIB
Industri cor besi Jateng...
Industri cor besi Jateng setop produksi
A A A
Sindonews.com – Melonjaknya harga besi belakangan ini mengganggu kelangsungan proyek infrastruktur. Berdasarkan pantauan harga besi di pasaran, sejak dua pekan terakhir dari Rp6.500–7.000/kilogram (kg) naik menjadi Rp9.000–9.500.

Tertahannya 60 kontainer berisi besi bekas yang disinyalir mengandung senyawa limbah B3 (bahan berbahaya beracun) membuat harga besi melonjak tinggi. Sebab, besi jadi langka di pasaran. Ini menyebabkan pergerakan konstruksi bangunan dan industri pengecoran besi ikut terhambat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng Ihwan Sudrajat mengatakan, data per 13 April tercatat kasus tertahannya 60 kontainer besi bekas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang telah membuat langkanya bahan baku. Dampaknya, harga besi melonjak di pasaran.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Jateng Djoko Oxyrahadi menyampaikan, naiknya harga besi sebagai material konstruksi akan memberatkan pembangunan infrastruktur. Sebab, ketidaktersediaan barang akan menghambat pengerjaan konstruksi.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
32 menit yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
56 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
1 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved