Lebih murah, PLN boleh impor listrik

Jum'at, 20 April 2012 - 11:47 WIB
Lebih murah, PLN boleh...
Lebih murah, PLN boleh impor listrik
A A A
Sindonews.com - Pasokan listrik dalam negeri diperbolehkan untuk dipasok dari negeri tetangga seperti Malaysia. Hal ini dimungkinkan karena PT PLN (Persero) diperbolehkan untuk melakukan impor listrik. Pasalnya, membeli listrik dinilai lebih murah dibandingkan dengan membangkitkan listrik menggunakan BBM.

"Listrik ini tidak hanya digunakan untuk sekarang saja, generasi ke depan juga butuh listrik. Sementara kebijakan kita mengeksploitasi, pernah enggak ada perencanaan untuk pakai energi batu bara, gas, dan lain-lain. Negara lain juga melakukan yang sama (impor listrik) karena akan digunakan untuk menyimpan energi," ungkap pengamat energi dari Universitas Indonesia Iwa Garniwa ditemui di kantor Dirjen Kelistrikan ESDM, Jakarta, Jumat (20/4/2012).

Dengan diterbitkannya PP nomor 42 tahun 2012 tentang jual beli tenaga listrik lintas negara yang diundangkan Maret 2012 lalu, PLN memang diperbolehkan membeli listrik dari negara tetangga. Perusahaan listrik pelat merah ini bahkan telah melakukan MoU adalah pembelian listrik dari Serawak, Malaysia ke Kalimantan barat sebesar 50 megawatt (mw) selama lima tahun ke depan.

"Harganya sembilan sen dolar per kwh, kalau kita bakar (bangkitkan) dari minyak biayanya USD30 per kwh," tambah Dirjen listrik ESDM Jarman di tempat yang sama.

Iwa yang juga menjabat sebagai direktur pengkajian energi ini juga menilai, langkh mengimpor listrik dari lndonesia akan dapat meningkatkan elektrivitas masyarakat yang sampai saat ini baru mencapai 70 persen.

"Justru ini bisa meningkatkan nilai tambah karena ternyata beli listrik dari luar negeri justru lebih murah (dibandingkan membangkitkan)," tambah dia.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
28 menit yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
43 menit yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
43 menit yang lalu
Lagi-lagi, Rupiah Kembali...
Lagi-lagi, Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 per Dolar AS
52 menit yang lalu
Komisi Ojol 8% Berlaku,...
Komisi Ojol 8% Berlaku, Menteri UMKM Klaim Mayoritas Pengemudi Diuntungkan
1 jam yang lalu
Aplikasi Strava Buka...
Aplikasi Strava Buka Suara soal Pungutan PPN 11%, Bagaimana Harga Berlangganan?
1 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved