KUD di Sulsel akan kembali diaktifkan

Jum'at, 20 April 2012 - 14:38 WIB
KUD di Sulsel akan kembali...
KUD di Sulsel akan kembali diaktifkan
A A A


Sindonews.com - Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Sulawesi Selatan (Sulsel) pada tahun ini, akan kembali mengaktifkan Koperasi Unit Desa (KUD) yang ada di sejumlah daerah.

Berdasarkan catatan Dekopin, hingga tahun ini jumlah koperasi yang ada di Sulsel sebanyak 7.479 unit termasuk koperasi pegawai, PNS dan TNI/Polri. Dari jumlah tersebut sekitar 60 persen sulit beroperasi alias tidak sehat dan didominasi oleh KUD.

Ketua Dekopin Sulsel, Hamid Basma mengatakan untuk kembali menggerakan KUD tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan asetnya seperti gudang untuk keperluan penampungan barang-barang logistik. Seperti kebutuhan pokok dan barang-barang konsumsi lainnya.

Menurut dia, nantinya gudang koperasi tersebut dijadikan seperti koperasi mart atau minimarket untuk memenuhi kebutuhan pokok warga sekitar. "Nantinya koperasi akan menjual gula, beras, tepung terigu dan minyak goreng dan kebutuhan lainnya," paparnya.

Hamid menjelaskan, karena segmen pasarnya adalah masyarakat pedesaan, maka diupayakan harga-harga barang lebih murah dari harga biasanya. "Caranya, kami bekerjasama dengan beberapa distributor supaya diberikan harga spesial untuk kebutuhan warga sekitar," jelasnya.

Selain itu, setelah tiga tahun koperasi bisa berjalan normal, nanti semua potensi hasil pertanian yang dimiliki masing-masing daerah akan dipasarkan di koperasi tersebut. "Nantinya, koperasi akan membeli hasil-hasil pertanin milik petani. Seperti jagung, cengkeh, coklat serta produk-produk lainnya," paparnya.

Makanya menurut dia, untuk merealisasikan rencana tersebut, Dekopin mulai mendata gudang-gudang milik KUD yang ada di daerah. "Kapasitas gudang yang layak digunakan untuk depo ini sekitar 1.000 ton. April ini, kami mulai melakukan rehabilitasi. Bekerjasama dengan koperasi Korpri Sulsel," sebutnya.

Hamid menyebutkan, saat ini Dekopin sudah mendata sejumlah gudang di beberapa daerah. Seperti Jeneponto, Takalar, Bulukumba dan beberapa daerah lainnya. "Tentu penggunaan gudang mereka ada hitungannya dan saling menguntungkan," paparnya.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah UMK Sulsel, M Yamin mengatakan koperasi yang masih bisa diselamatkan akan dibantu oleh pemerintah. "Dalam hal pengembangan sumber daya manusia," jelasnya.

Namun koperasi yang sudah sulit dihidupkan, akan dibubarkan. Hanya segala kewajiban pengurus terhadap anggotanya, lebih dulu diselesaikan. "Tidak bisa bubar begitu saja, mereka harus selesaikan dulu tanggung jawabnya," pungkasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
11 menit yang lalu
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
28 menit yang lalu
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
32 menit yang lalu
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
59 menit yang lalu
Transisi Energi Bersih...
Transisi Energi Bersih Didoorong Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi
1 jam yang lalu
Kerugian Akibat Kejahatan...
Kerugian Akibat Kejahatan Siber Capai Rp9,1 Triliun, Indodax Ajak Verifikasi Kontak Resmi
1 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved