Infrastruktur belum siap, sebaiknya pembatasan BBM ditunda

Selasa, 24 April 2012 - 15:41 WIB
Infrastruktur belum...
Infrastruktur belum siap, sebaiknya pembatasan BBM ditunda
A A A
Sindonews.com - Pemerintah diminta segera menyiapkan infrastruktur seperti kartu pengendali guna mengontrol volume Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebelum kebijakan pembatasan energi diberlakukan.

Kartu pengendali ini nantinya berfungsi dalam melakukan kontrol kuota volume bahan bakar yang diterima mobil setiap harinya. Dengan begitu tidak mungkin ada akses yang berpotensi terjadi penyimpangan.

"Kalau kartu pengendali tidak disiapkan, ya sebaiknya pemerintah menunda kebijakan pembatasan BBM, karena akan berpotensi melahirkan konflik sosial ataupun horizontal," tegas Anggota Komisi VII DPR-RI Satya Widya Yudha di sela-sela acara "2nd Annual LNG Transport, Handling and Storage", di Kuta, Bali, Selasa (24/4/2012).

Dia menambahkan, tanpa adanya penjagaan terhadap volume BBM bersubsidi per mobil setiap harinya, dipastikan kebijakan tersebut bakal menimbulkan bumerang bagi pemerintah. Penyelewenangan bisa terjadi, misalnya penjaga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) disogok untuk mengucurkan BBM bersubsidi.

Upaya lain bisa saja dilakukan pihak-pihak tertentu, dengan memodifikasi tangki bensin pada mobil yang memungkinkan bisa lebih banyak menampung bahan bakar. Dengan begitu, akhirnya terjadi kelebihan kuota sehingga adanya overkuota tersebut sama saja artinya tidak ada pembatasan BBM.

Menurut dia, pembatasan BBM bersubsidi itu tergolong berhasil jika pemerintah mampu melakukan kontrol terhadap volume bahan bakar. "Pemerintah mampu mengontrol 7,5 juta kilo liter BBM bersubsidi saja setahun itu sudah luar biasa," tegasnya di sela pertemuan dua hari yang dihadiri kalangan pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha LNG dalam dan luar negeri.

Terkait kebijakan pembatasan BBM, DPR telah menyetujui sebagaimana masuk dalam Undang-Undang APBNP 2012 Pasal 7 Ayat 4. Ditambahkannya, pembatasan BBM bersubsidi bisa dilakukan secara bertahap dengan payung hukumnya yang jelas. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Peneliti: Manfaat Ekonomi...
Peneliti: Manfaat Ekonomi Digital Lebih Banyak Dinikmati sebagai Konsumsi
33 menit yang lalu
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
1 jam yang lalu
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
3 jam yang lalu
Cadangan Energi AS Ternyata...
Cadangan Energi AS Ternyata Keropos: Stok Minyak Dikuras Habis, Stok Terendah Sejak 1983!
7 jam yang lalu
Sistem Payment Gateway...
Sistem Payment Gateway Revolusioner untuk UMKM & Startup Dirilis, Jaminan Uptime 99,95%
15 jam yang lalu
Liburan Sekolah Penuh...
Liburan Sekolah Penuh Aktivitas Seru, Edukatif, dan Bermakna Bersama Paramount Gading Serpong
15 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved