Antam tender pembangkit listrik Pomalaa

Kamis, 26 April 2012 - 10:02 WIB
Antam tender pembangkit listrik Pomalaa
Antam tender pembangkit listrik Pomalaa
A A A
Sindonews.com – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sedang melakukan proses tender kepada sekitar lima perusahaan sebagai kontraktor pembangunan pembangkit listrik di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.

Nilai investasi pembangunan pembangkit tersebut mencapai USD137,5 juta atau setara Rp1,26 triliun. Sekretaris Perusahaan Aneka Tambang Tedy Badrujaman mengatakan, perusahaan tambang pelat merah tersebut saat ini sedang melakukan proses tender terhadap sejumlah perusahaan konstruksi.“

Sekarang sedang diproses tendernya,” kata dia di Jakarta kemarin. Lebih lanjut Tedy menjelaskan, ada sekitar lima perusahaan yang dalam proses tender pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berkapasitas 2x30 megawatt (MW) tersebut.

Sekitar lima perusahaan tersebut terdiri dari perusahaan pelat merah, swasta nasional, maupun asing. Diharapkan, pembangkit tersebut beroperasi pada 2014,bersamaan dengan selesainya modernisasi pabrik feronikel (FeNi) I di Pomalaa. Pasalnya, listrik tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik feronikel dan sisanya dijual ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero. Sementara, modernisasi dan optimalisasi pabrik feronikel di Pomalaa saat ini masih dalam tahap legal furnace.

Dengan selesainya modernisasi dan optimalisasi pabrik feronikel tersebut, akan meningkatkan efisiensi dan kapasitas pabrik.Adapun,kapasitas produksi pabrik FeNi I saat ini sebanyak 3.000 ton.Dengan selesaianya modernisasi pabrik tersebut, maka kapasitas produksi bisa ditingkatkan menjadi dua kali lipat.

Di samping itu, selesainya modernisasi dan optimalisasi pabrik juga akan meningkatkan produksi perseroan menjadi 21 ribu–23 ribu ton. Sementara, produksi feronikel Antam pada tahun ini ditargetkan sebanyak 18 ribu ton.Pada kuartal I/2012, produksi feronikel perusahaan sekitar 25 persen dari target sepanjang tahun ini.

“Di kuartal I, produksi feronikel kita mendekati 25 persen dari target,” ujar Tedy. Adapun, dana pembangunan pembangkit listrik tersebut berasal dari belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun ini sebesar USD550 juta atau setara Rp5,05 triliun. Sementara, pendapatan pada tahun ini diperkirakan tidak jauh berbeda dengan tahun lalu lantaran harga komoditas feronikel saat ini sedang menurun karena berkurangnya permintaan produk tersebut di pasar internasional sebagai akibat dari krisis di Eropa.

Antam pada tahun lalu berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp1,928 triliun atau naik sekitar 15,1 persen dibanding 2010 senilai Rp1,67 triliun. Naiknya laba bersih perseroan ditopang meningkatnya volume penjualan dan harga komoditas perseroan. Tahun lalu perseroan berhasil membukukan pendapatan bersih naik 18,32 persen menjadi Rp10,346 triliun dibanding tahun sebelumnya senilai Rp8,744 triliun.

Analis Lautandhana Securindo Willy Sanjaya menilai ANTM merupakan salah satu saham pertambangan yang masih memiliki potensi untuk tumbuh,menyusul perbaikan harga sejumlah komoditas tambang. “Kinerja baik ANTM diperkirakan berlanjut seiring membaiknya harga jual komoditas,” katanya.
()
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1114 seconds (11.210#12.26)