Perang Dagang dengan AS, China Bakal Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan
Rabu, 09 April 2025 - 07:44 WIB
loading...
China akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan mengambil tindakan balasan terhadap Amerika Serikat. FOTO/iStock
A
A
A
JAKARTA - China akan berjuang sampai titik darah penghabisan dan mengambil tindakan balasan terhadap Amerika Serikat (AS) untuk melindungi kepentingannya sendiri setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan 50% untuk impor China.
Kementerian Perdagangan China menegaskan, pengenaan tarif timbal balik oleh AS terhadap China sama sekali tidak berdasar dan merupakan praktik intimidasi sepihak.
"Tindakan balasan yang telah diambil oleh China bertujuan untuk menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunannya, serta menjaga tatanan perdagangan internasional yang normal. Tindakan-tindakan tersebut sepenuhnya sah," ujar kementerian tersebut dikutip dari AP, Rabu (9/4/2025).
"Ancaman AS untuk meningkatkan tarif pada China adalah kesalahan di atas kesalahan dan sekali lagi mengekspos sifat pemerasan AS. China tidak akan pernah menerima ini. Jika AS bersikeras dengan caranya sendiri, China akan berjuang sampai akhir," tambahnya.
Baca Juga: AS dan China Saling Serang, Trump Ancam Gebuk Tarif Tambahan 50%
Analis dan pedagang khawatir tentang tensi perang dagang global yang terus meningkat sehingga merusak secara finansial. Pasar saham menjadi tidak stabil terdampak perang tarif. Ancaman Trump muncul setelah China mengatakan akan membalas tarif AS.
Kementerian Perdagangan China menegaskan, pengenaan tarif timbal balik oleh AS terhadap China sama sekali tidak berdasar dan merupakan praktik intimidasi sepihak.
"Tindakan balasan yang telah diambil oleh China bertujuan untuk menjaga kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunannya, serta menjaga tatanan perdagangan internasional yang normal. Tindakan-tindakan tersebut sepenuhnya sah," ujar kementerian tersebut dikutip dari AP, Rabu (9/4/2025).
"Ancaman AS untuk meningkatkan tarif pada China adalah kesalahan di atas kesalahan dan sekali lagi mengekspos sifat pemerasan AS. China tidak akan pernah menerima ini. Jika AS bersikeras dengan caranya sendiri, China akan berjuang sampai akhir," tambahnya.
Baca Juga: AS dan China Saling Serang, Trump Ancam Gebuk Tarif Tambahan 50%
Analis dan pedagang khawatir tentang tensi perang dagang global yang terus meningkat sehingga merusak secara finansial. Pasar saham menjadi tidak stabil terdampak perang tarif. Ancaman Trump muncul setelah China mengatakan akan membalas tarif AS.
Lihat Juga :