11 Negara yang Paling Terpukul Tarif AS, Ada China hingga Indonesia

Rabu, 09 April 2025 - 12:07 WIB
loading...
11 Negara yang Paling...
Daftar negara yang paling terdampak kebijakan tarif AS salah satunya Indonesia. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini mengumumkan kenaikan tarif impor untuk sejumlah negara mitra dagang dengan dampak yang signifikan terhadap lebih dari 60 negara dan blok perdagangan. Langkah ini menjadi bagian dari eskalasi yang memicu potensi perang dagang global.

Kenaikan tarif ini mencakup tarif sebesar 10% untuk hampir semua impor ke AS dengan sejumlah negara menghadapi tarif yang lebih tinggi. Negara-negara dengan defisit perdagangan besar dengan AS menjadi sasaran utama dari kebijakan ini.

Tarif baru ini memengaruhi mitra dagang utama AS, di antaranya China dan Uni Eropa. China dikenakan tarif sebesar 34%, yang merupakan tambahan dari bea masuk 20% yang sebelumnya diberlakukan untuk semua impor dari China. Sementara itu, Uni Eropa menghadapi tarif sebesar 20%.

Baca Juga: Perang Dagang dengan AS, China Bakal Lawan Sampai Titik Darah Penghabisan

Menurut data dari Biro Sensus AS, China dan Uni Eropa menyumbang sekitar seperempat dari total impor AS pada tahun 2024. Mereka berada di urutan teratas bersama dengan Meksiko dalam hal volume impor ke AS.

Selain itu, sejumlah negara Asia Tenggara seperti Vietnam, Laos, dan Kamboja diperkirakan akan terpengaruh besar, dengan tarif yang naik hingga 46% hingga 49%. Negara-negara ini menjadi andalan AS untuk barang-barang konsumsi, mesin, peralatan listrik, dan tekstil.

Namun, Meksiko dan Kanada tidak termasuk dalam daftar tersebut. Meski demikian, tarif 25% yang saat ini berlaku untuk ekspor mereka ke AS berdasarkan Perjanjian Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA) tetap berlaku, kecuali untuk energi dan kalium dari Kanada, yang dikenakan tarif 10%.

Penetapan tarif ini menargetkan negara-negara dengan surplus perdagangan yang besar terhadap AS. Sebagai contoh, defisit perdagangan AS dengan China pada tahun 2024 diperkirakan mencapai USD 295,4 miliar, sementara AS mengimpor barang-barang senilai USD 439,9 miliar dari China.

Dengan demikian, tarif resiprokal yang diterapkan pada China sebesar 34% merupakan bagian dari kebijakan untuk mengurangi defisit perdagangan tersebut. "Langkah-langkah ini fokus pada negara-negara yang memiliki surplus perdagangan signifikan dengan AS," ujar Mike O'Rourke, Kepala Strategi Pemasaran di Jones Trading, dilansir dari CNN, Rabu (9/4/2025).

Baca Juga: AS dan China Saling Serang, Trump Ancam Gebuk Tarif Tambahan 50%

Sebagai contoh, Lesotho, yang memiliki defisit perdagangan sebesar USD234 juta dengan AS, dikenakan tarif resiprokal sebesar 50% sebagai tarif tertinggi yang berlaku. Tarif dasar 10% mulai berlaku pada Sabtu, sementara tarif yang lebih tinggi mulai diterapkan pada 9 April 2025.

Berikut daftar 11 negara yang paling terdampak kebijakan tarif AS, dilansir dari Biro Sensus Amerika Serikat:

1. Uni Eropa


Tarif yang dikenakan: 20%

Impor ke AS 2024: USD 605,76 miliar

Defisit perdagangan AS: USD 235,57 miliar

2. China


Tarif yang dikenakan: 34%
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Pasar Cemas Tarif Baru...
Pasar Cemas Tarif Baru AS, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.963
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
Rekomendasi
Eks Jubir KPK Febri...
Eks Jubir KPK Febri Diansyah Resmi Jadi Kuasa Hukum Febrie Adriansyah
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Petani Tebu yang Belum...
Petani Tebu yang Belum Merdeka
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
8 Negara dengan Aturan...
8 Negara dengan Aturan Berpakaian Paling Ketat, Ada yang Melarang Sandal Jepit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved