China Mengutuk Tarif Baru Trump 54%, Sebut Bentuk Intimidasi Ekonomi

Selasa, 08 April 2025 - 22:17 WIB
loading...
China Mengutuk Tarif...
China menggambarkan tarif baru AS sebagai bentuk intimidasi, dengan alasan bahwa tarif tersebut mengancam merusak stabilitas tatanan ekonomi global dan meningkatkan ketegangan perdagangan. Foto/Dok
A A A
BEIJING - China menggambarkan tarif impor baru Amerika Serikat (AS) sebagai bentuk intimidasi, dengan alasan bahwa tarif tersebut mengancam merusak stabilitas tatanan ekonomi global dan meningkatkan ketegangan perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian mengutuk keputusan Washington yang mengenakan tarif 34% pada ekspor China ke AS di atas pungutan 20% yang ada, sehingga total bea masuk menjadi setidaknya 54%.

Tarif itu menurutnya adalah "unilateralisme, proteksionisme, dan intimidasi ekonomi," kata Lin dalam konferensi pers reguler.

Baca Juga: China Kritik Trump: Ancaman Tarif Tak Menyelesaikan Masalah Amerika

Ia juga menambahkan, bahwa tarif itu "berdampak serius pada stabilitas tatanan ekonomi global." Kementerian Keuangan China menyatakan, pada hari Jumat bahwa mereka akan memberlakukan tarif 34% terhadap semua barang yang berasal dari AS. Tarif balasan China terhadap AS itu akan mulai berlaku pada 10 April 2025, mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
Rekomendasi
YouTuber Korea Korban...
YouTuber Korea Korban Rasis Dapat Undangan Istimewa FIFA
Puluhan Siswa SMAN 48...
Puluhan Siswa SMAN 48 Ikuti Pelatihan Pemantauan Cuaca Jakarta
Soroti Isu Reformasi...
Soroti Isu Reformasi Jilid II, Sekjen Cipayung Plus: Tantangan Saat Ini Berbeda dengan 1998
Berita Terkini
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Poles 1.920 SPBU Melalui Program Retail Make Over
Harga BBM Naik 37%,...
Harga BBM Naik 37%, Saatnya Percepat Adopsi Kendaraan Listrik
Infografis
Donald Trump Sebut Negosiasi...
Donald Trump Sebut Negosiasi Nuklir Iran Berjalan Baik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved