Kemenpera minta bantuan 13 BPD salurkan FLPP

Kamis, 26 April 2012 - 12:42 WIB
Kemenpera minta bantuan...
Kemenpera minta bantuan 13 BPD salurkan FLPP
A A A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) meminta kepada 13 Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk membantu menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat nonbankable atau yang memiliki penghasilan tidak tetap diantaranya tukang batu, tukang kayu, nelayan, petani dan kaki lima yang memiliki penghasilan tidak tetap.

Adapun ke-13 BPD itu yaitu BPD Nusa Tenggara Timur, BPD Kalimantan Selatan, BPD Jawa Tengah, BPD Kalimantan Tengah, BPD Sumsel Babel, BPD Papua, BPD Jawa Timur, BPD Yogyakarta, BPD Nagari, BPD Kalimantan Timur, BPD Riau Kepri, BPD Sulawesi Tenggara, dan BPD Sumatera Utara.

“Kami telah meminta 13 BPD untuk membantu menyalurkan FLPP bagi masyarakat nonbankable dan nanti kreditnya dijamin oleh Askrindo”, ujar Kementerian Perumahan Rakyat Djan Faridz sebagaimana dikutip dari situs resmi Kemenpera, Kamis (26/4/2012).

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Eko Budiwiyono mengatakan pihaknya siap bekerjasama dalam rangka membantu masyarakat yang nonbankable memiliki rumah. “Kami siap bekerjasama namun pada saat ini kami fokus meningkatkan penyaluran FLPP untuk masyarakat yang memiliki penghasilan tetap sebagai tindak lanjut dari MoU," ujar Eko Budiwiyono.

Lebih lanjut Eko Budiwiyono mengatakan dari 13 BPD yang melakukan MoU terhimpun dana sebesar Rp135 miliar untuk FLPP dengan target 4.290 unit rumah. “Dana sebesar Rp135 miliar itu akan kami salurkan untuk MBR dengan waktu tenor 15 tahun dengan wilayah penyerapan tertinggi berada di NTT dan Sumsel Babel”, tutur Eko.

Sementara Direktur PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), Didiet S. Pamungkas yang hadir juga mengatakan pihaknya lebih siap untuk melakukan kerjasama bagi penjaminan kepemilikan rumah oleh masyarakat nonbankable. “Kami sudah berpengalaman dengan KUR dan kami siap untuk menjamin resiko yang mungkin dihadapi perbankan terkait KPR bagi masyarakat nonbankable seperti resiko kredit macet, kematian dan kebakaran karena kapasitas kami cukup untuk hal demikian," terang Didiet.

Terkait dengan akses KPR oleh masyarakat yang nonbankable ini Menpera mengatakan asuransinya seratus persen menjadi beban pemerintah. “Kalau untuk FLPP pemerintah membayar asuransi 70 persen akan tetapi untuk masyarakat yang nonbankable ini pemerintah 100 persen menanggung beban asuransi, jadi bank tidak akan rugi," tandas Djan Faridz.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
45 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025, Sabtu 13 Desember 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved