Jamsostek Makassar target premi Rp370 M

Rabu, 02 Mei 2012 - 17:48 WIB
Jamsostek Makassar target...
Jamsostek Makassar target premi Rp370 M
A A A
Sindonews.com - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Tbk Wilayah VIII Makassar menargetkan pencapaian premi tahun ini hingga Rp370 miliar atau naik 10 persen dari realisasi tahun lalu Rp354 miliar. Target premi Jamsostek bersumber dari banyaknya tenaga kerja dan perusahaan yang belum tersentuh asuransi.

“Selain menargetkan pencapaian premi, kami juga menargetkan sekitar 112 ribu tenaga kerja se wilayah VIII mencakup Sulawesi, Maluku hingga Papua dengan total perusahaan sebanyak 2.300 perusahaan untuk menggunakan Jamsostek,” ujar Kepala Kantor Wilayah VIII Jamsostek Makassar Yoto Susiswo, di Makassar, Rabu (2/5/2012).

Khusus untuk premi di kuartal pertama tahun ini, Jamsostek belum melakukan perampungan. Perubahan Upah Minimum Provinsi (UMP) dari Rp1 juta menjadi Rp1,2 juta membuat perubahan potongan bagi setiap tenaga kerja. “Kami baru rampungkan perhitungan 90 persen,” kata Yoto.

Yoto menambahkan, dari total premi yang dihasilkan Jamsostek Wilayah VIII tahun lalu, Rp314 miliar merupakan klaim yang diselesaikan dengan rata-rata pembayaran klaim tiap bulan sebesar Rp2,5 miliar. “Dari Januari hingga Maret tahun ini kami pun telah membayarkan klaim sebanyak Rp75,4 miliar,” ujarnya.

Menurut Yoto, soal pelayanan dalam pembayaran klaim, setiap saat menjadi perhatian perusahaan asuransi milik negara tersebut. “Tetapi memang selalu ada kendala, hingga kini pun masih ada beberapa klaim yang sudah cair pembayarannya, namun tidak diambil oleh pihak bersangkutan,” katanya.

Dia mengaku, dana yang mengendap di Jamsostek tersebut cukup besar. Namun demikian, dia enggan menyebut jumlah pastinya. Dana mengendap itu berasal dari klaim program Jaminan Hari Tua (JHT). Dimana dana ini merupakan penyumbang terbesar total klaim Jamsostek 2011 silam yang mencapai Rp314 miliar.

Sementara Kepala Bagian Pelayanan Jamsostek Wilayah VIII Makassar Tenang Sembiring mengaku, telah melakukan upaya menghubungi pihak-pihak yang seharusnya mengambil klaim tersebut, namun karena seringnya seorang pekerja berpindah tempat, membuat usaha tersebut sia-sia.

Selain itu, mengacu pada data yang dilansir Kepala Bagian Pengendali Operasional Jamsostek Wilayah VIII, Usman Rappe, sepanjang kuartal pertama tahun ini, Jamsostek telah mencatat 43 ribu tenaga kerja yang baru menggunakan Jamsostek berasal dari 850 perusahaan yang terdaftar.

Daerah penyumbang terbesar jumlah tenaga kerja masih berasal dari Makassar, Gowa, Palopo dan Sulbar lalu disusul beberapa provinsi di Wilayah VIII. Namun Jamsostek Wilayah VIII masih jauh tertinggal dari daerah Jawa. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
58 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
2 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Jadi Target Rudal Houthi,...
Jadi Target Rudal Houthi, Kapal Induk AS Terpaksa Melarikan Diri
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved