Penetrasi ekspor Jabar diharap naik 5%

Jum'at, 11 Mei 2012 - 15:36 WIB
Penetrasi ekspor Jabar...
Penetrasi ekspor Jabar diharap naik 5%
A A A
Sindonews.com - Penetrasi ekspor Jawa Barat ke sejumlah Negara, diproyeksikan minimal naik 5 persen agar pertumbuhan ekonomi bisa bertahan pada posisi 6,5 persen.

Wakil Ketua Kadin Jabar Bidang Investasi dan Perdagangan Luar Negeri Johnny Andhella mengatakan, nilai ekspor Jabar minimal harus naik minimal 5 persen dari tahun lalu. Upaya tersebut penting dilakukan untuk menjaga kondisi ekonomi Jabar tetap stabil antara 6,1 persen sampai 6,4 persen, walaupun masih melambat dari pencapaian 2011 sebesar 6,5 persen.

“Kita bisa melakukan penetrasi ekspor produk unggulan Jabar. Seperti tekstil dan produk tekstil (TPT), alas kaki, dan lainnya,” jelas Johnny Andrella di Bandung, Jumat (11/5/2012).

Menurut dia, ekspansi ekspor Jabar bisa dilakukan ke sejumlah Negara lainnya di luar Amerika dan Eropa. Seperti Timur Tengah, Afrika, dan kawasan Asia.

Diakui Jhonny, ekspansi pasar ekspor Jabar dilakukan sembari menunggu kepastian perbaikan ekonomi di Amerika dan Eropa. Untuk diketahui, volume ekspor Jabar ke Amerika dan Eropa mencapai 60 persen. Sedangkan sisanya, ke Asia Tenggara, Afrika, Timur Tengah, dan lainnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Bandung Lucky Fathul Aziz Hadibrata mengatakan, perlambatan perekonomian dunia diperkirakan akan berdampak pada permintaan komoditas ekspor utama Jabar seperti komoditas TPT. Hal itu didasarkan pada pesanan ekspor yang belum bisa dipastikan sampai triwulan I/2012. “Kondisi ekspor Jabar bisa memperlambat kondisi ekonomi Jabar pada triwulan pertama 2012,” timpal dia.

Diakui Lucky, pada perdagangan ekspor antar Negara, nilai ekspor Jabar pada triwulan IV/2012 telah mengalami perlambatan yaitu menjadi USD6,68 miliar dengan volume 1,70 juta ton. Nilai ekspor Jabar tumbuh 6,6 persen (year-on-year), namun lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya dengan pertumbuhan 15 persen.

Volume ekspor Jabar triwulan I/2012 juga mengalami perlambatan, tumbuh negative -17,5 persen (yoy). Sedangkan pada triwulan sebelumnya tumbuh negative -12,9 persen.

Selama tahun 2011, lanjut Lucky, ekspor Jabar tercatat masih tumbuh 10,8 persen, seidikit melambat dari kinerja 2010 dengan pertumbuhan mencapai 21,7 persen. “Tahun 2011, nilai ekspor Jabar sebesar USD25,74 miliar dengan volume sebesar 6,69 juta ton. Perlambatan tersebut disebabkan krisis di Amerika dan Eropa,” kata Lucky.

Disisi lain, impor Jabar pada triwulan akhir 2011 meningkat 1,8 persen (yoy). Di mana pada periode sebelumnya turun 6,1 persen. Sebaliknya, volume barang impor terus mengalami perlambatan meskipun secara nominal lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Impor Jabar pada periode laporan mencapai USD3,20 miliar dengan volume sebesar 393,87 ribu ton. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
8 menit yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
1 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
2 jam yang lalu
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
4 jam yang lalu
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
6 jam yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
6 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved