Belanja bunga hias capai Rp1 M

Jum'at, 11 Mei 2012 - 18:27 WIB
Belanja bunga hias capai...
Belanja bunga hias capai Rp1 M
A A A
Sindonews.com - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kota Bandung Momon Abdurachman mengatakan, tingginya belanja bunga hias ratusan hotel di Bandung belum dimanfaatkan petani bunga anggrek. Hal ini melihat belanja bunga hias oleh hotel di Bandung mencapai Rp1 miliar per bulan.

“Dari total belanja bunga hias sekitar 500 hotel di Bandung, yang menggunakan bunga aggrek tidak lebih dari 10 persen. Artinya, potensi penetrasi anggrek di hotel masih cukup besar,” jelas Momon Abdurachman di sela-sela Orchid Investor Relation Meeting di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (11/5/2012).

Untuk meningkatkan penggunaan anggrek di hotel, PHRI melakukan penandatangan kerjasama dengan petani anggrek. Kerja sama tersebut, diharapkan meningkatkan penggunaan anggrek hias di hotel. PHRI menargetkan, komposisi penggunaan anggrek di hotel bisa mencapai 50 persen atau dengan transaksi sampai dengan Rp500 juta per bulan.

Lebih lanjut Momon mengatakan, potensi penetrasi petani anggrek pada bisnis hotel bisa terus tumbuh. Terlerbih, jumlah kamar hotel di Bandung diperkirakan menjadi 15.000 kamar pada tahun 2012 dari 14.000 kamar pada tahun 2011.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas menyatakan penyaluran kredit perbankan kepada subsektor pertanian masih rendah. Hingga Februari 2012, posisi kredit perbankan nasional kepada sektor hortikultura khususnya bunga-bungaan Anggrek hanya sebesar Rp15,59 miliar.

"Penyaluran kredit perbankan secara nasional kepada Anggrek hanya 7,15 persen dari total kredit kepada subsektor tanaman hias atau sekitar Rp15,59 miliar. Hambatannya karena resiko tinggi dan soal agunan,” kata dia.

Namun demikian, BI optimistis, saluran kredit perbankan pada sektor pertanian semakin meningkat. Tingkat pertumbuhan kredit tahunan untuk subsektor ini mencapai 310,71 persen. "Peningkatan pertumbuhannya sekitar Rp4 miliar. Kami optimis penyaluran kredit bagi Anggrek akan terus meningkat," jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Kantor Bank Indonesia Bandung Lucky Fathul A Hadibrata menilai penyaluran kredit untuk petani anggrek masih rendah. Padahal, sektor tersebut bisa menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dia mengakui, dari serapan KUR 2011 Rp3,8 triliun, sekitar 300 miliar diserap sektor pertanian.

Menurut dia, komoditas seperti beras, bawang, cabai dan gula menjadi prioritas perbankan demi menjaga stabiltas inflasi. "Beras, bawang, cabai, gula yang perbankan prioritaskan. Tapi holtikultura juga punya potensi karena memiliki nilai ekspor," katanya. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
2 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
9 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
9 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
10 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Bayar Bunga Warisan...
Bayar Bunga Warisan Jokowi Rp183 T, Prabowo Bakal Tarik Utang Rp775 T
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved