Hipmi boyong pengusaha jajaki peluang di Korea & Jepang

Selasa, 15 Mei 2012 - 14:32 WIB
Hipmi boyong pengusaha...
Hipmi boyong pengusaha jajaki peluang di Korea & Jepang
A A A
Sindonews.com - Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Raja Sapta Oktohari meminta para pengusaha untuk lebih ekspansif dalam mempromosikan usahanya baik ke dalam maupun ke luar negeri.

Pasalnya, era pasar global menuntut setiap pengusaha harus kreatif membuka pasar diberbagai negara luar. Selain mengandalkan pasar Indonesia yang kondusif, pengusaha dituntut mampu menjajaki pasar-pasar baru.

"Dengan penerapan ACFTA, dan sebentar lagi ASEAN Economic Community 2015, pengusaha haruslah ekspansif mempromosikan usahanya baik itu ke luar maupun ke dalam negeri," ungkap Ketua Umum BPP Hipmi Raja Sapta Oktohari, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5/2012).

Berangkat dari semangat inilah, pada tanggal 18-23 Mei 2012, Hipmi akan membawa puluhan pengusaha dari berbagai latar belakang sektor usaha untuk menjajaki peluang usaha di Korea dan Jepang. Dalam lawatan bisnis ini, Hipmi diagendakan akan bertemu dengan Duta Besar RI untuk Jepang Bapak Muhammad Lutfi, dan juga pengusaha-pengusaha Jepang dan Korea.

“Misi kami adalah ingin menjajaki peluang pasar berbagai produk kami. Kami harap dari kunjungan ada kerjasama B to B antara HIPMI dengan pengusaha-pengusaha Jepang,” papar pria yang bergelut sebagai promotor olahraga ini juga.

Jika menilik statistik perdagangan RI dengan Jepang, total Perdagangan Indonesia-Jepang pada tahun 2010 mencapai USD42,7 miliar dengan nilai ekspor sebesar USD25,8 miliar dan impor sebesar USD17 miliar, atau naik 50,35 persen dibanding total perdagangan pada tahun 2009 sebesar USD28,4 miliar.

Selama periode Januari-Agustus 2011, total perdagangan kedua negara berjumlah sebesar USD35,1 miliar atau naik 29,93 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2010 yakni sebesar USD27 miliar. Tren total perdagangan kedua negara selama lima tahun terakhir (2006-2010) positif sebesar 8,78 persen.

Neraca perdagangan Indonesia dengan Jepang sejak tahun 2006 hingga 2010 menunjukkan bahwa Indonesia mengalami surplus dalam perdagangan. Neraca perdagangan tahun 2010 surplus bagi Indonesia sebesar USD8,8 miliar, atau naik 1,15 persen dibandingkan dengan tahun 2009 yang tercatat surplus sebesar USD8,7 miliar. Sementara, untuk periode Januari-Agustus 2011, Indonesia mengalami surplus sebesar USD10,8 miliar, atau turun 109,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yaitu surplus sebesar USD5,1 miliar.

Bahkan investasi Jepang ke Indonesia dua tahun terakhir ini meningkat dalam dari USD750 juta menjadi USD1,5 miliar. Wajar kiranya jika hubungan bilateral dengan Jepang saat ini menjadi penting bagi perekonomian Indonesia.

Peningkatan nilai investasi Jepang ke Indonesia ini tidak lepas dari peran kedutaan besar Indonesia untuk Negara Jepang, yang secara berkesinambungan mempromosikan potensi ekonomi Indonesia. Saat ini, peran duta besar bukan hanyalah menjembatani masalah diplomasi antar negara saja Namun juga sebagai ujung tombak mempromosikan potensi ekonomi yang ada di Indonesia. “Duta besar harus menjadi marketing handal, dalam mengenalkan kekayaan serta peluang usaha di Indonesia,” lanjut Okto.

Oleh karenanya, Hipmi mengharapkan para duta besar untuk secara aktif mengajak sektor swasta untuk bersama-sama mengenalkan potensi ekonomi Indonesia di tempat mereka bertugas. Apalagi di 2015 nanti Indonesia akan memasuki babak baru, sebagai bagian dari AEC.

"Dimana pengusaha-pengusaha Indonesia bukan hanya bersaing dengan pengusaha dari dalam negeri, namun juga dari pengusaha-pengusaha di wilayah ASEAN," tandasnya.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
1 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
41 menit yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
58 menit yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
1 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
1 jam yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
2 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved