Bisnis ulat hongkong, warga Jombang jadi jutawan

Jum'at, 18 Mei 2012 - 13:07 WIB
Bisnis ulat hongkong,...
Bisnis ulat hongkong, warga Jombang jadi jutawan
A A A
Sindonews.com - Bagi kebanyakan orang, ulat merupakan jenis binatang yang menjijikkan namun bagi warga di desa Bandung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ulat justru menjadi sumber mata pencaharian utama mereka. Melalui peternakan ulat, bahkan sejumlah warga di desa tersebut mampu menjadi jutawan.

Sudah hampir 10 tahun ini, warga desa Bandung Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jatim, menekuni bisnis yang dianggap kebanyakan orang menjijikkan, yakni beternak ulat.

Salah satunya adalah Baidowi, pria berusia 53 tahun ini dalam bisnis ulat hongkong. Baidowi termasuk pendatang baru (baru setengah tahun). Sebelumnya, baidowi mengaku sudah puluhan tahun menjadi peternak ikan lele.

Namun karena lama-kelamaan hasilnya terus merosot, Baidowi beralih beternak ulat hongkong, menyusul para tetangganya yang sudah sukses sebelumnya. Sebab berbeda dengan ikan lele, beternak ulat hongkong sangat mudah dan relatif jauh dari risiko kematian ataupun penyakit, hasilnya pun menurutnya sangat menjanjikan.

"Untuk beternak ulat hongkong, kita hanya tinggal membeli bibit berupa indukan (kepik) yang banyak di jual di toko pertanian," ucap Baidowi, peternak ulat hongkong, Jumat (18/5/2012).

Ia lalu menerangkan, dari indukan tersebut kemudian diletakkan pada sebuah tempat berupa ijuk atau serabut kelapa. Setelah bertelur dan menjadi anak ulat, pisahkan anak ulat tersebut ke dalam wadah tersendiri yang penuh dengan bekatul.

Setiap hari, dirinya memberi makan ulat-ulat dengan polar atau serbuk sagu. Dengan cara sederhana ini, dari 50 kilogram indukan atau biaya Rp1 juta-Rp2 juta di awal usaha, setiap tiga hari sekali, Baidowi dapat memanen sedikitnya 25 kilogram ulat hongkong dan menjualnya Rp25 ribu perkilogramnya.

"Untuk penjualan juga tidak terlalu sulit, karena setiap hari selalu ada saja pengepul yang datang dan memborong ulat hongkong hasil peternakan warga di sini," ucapnya.

Dia menambahkan ulat jenis ini, banyak dibutuhkan masyarakat untuk pakan burung atau ikan. Dalam sebulan, dari 50 kilogram indukan, baidowi mengaku dapat meraup omzet antara Rp6 juta-Rp7 juta perbulan. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
22 menit yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
39 menit yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
59 menit yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
1 jam yang lalu
Dirut Himbara Dikumpulin...
Dirut Himbara Dikumpulin Dasco Bersama Mensesneg, Bahas Apa?
2 jam yang lalu
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI Robi...
Profil Letjen TNI Robi Herbawan, Ajudan Prabowo yang Jadi Kabais TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved