Pemerintah minta tambahan kuota BBM

Jum'at, 25 Mei 2012 - 10:30 WIB
Pemerintah minta tambahan...
Pemerintah minta tambahan kuota BBM
A A A
Sindonews.com – Pemerintah segera mengusulkan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kepada DPR karena permintaan di beberapa daerah melonjak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan, kuota BBM bersubsidi sebesar 40 juta kiloliter (kl) yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012 akan jebol.“Pasti kurang,dan saya yakin itu tidak akan cukup,” katanya di Kementerian ESDM,Jakarta, kemarin.

Menurut Wacik, dengan adanya permintaan dari empat gubernur di Kalimantan kepada DPR belum lama ini,langkah pemerintah meminta tambahan kuota BBM semakin kuat. Wacik menegaskan, menegaskan permintaan para gubernur tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menambah kuota.Namun, hingga kini mantan menteri kebudayaan dan pariwisata ini belum memastikan kapan permintaan tersebut akan disampaikan ke DPR.

Sementara, PT Pertamina (persero) menyatakan,kelebihan kuota BBM bersubsidi di Kalimantan hingga 20 Mei 2012 mencapai 12 persen, terdiri dari atas 21 persen kuota premium dan 10,2 persen solar. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta mengatakan, kelebihan kuota disebabkan oleh konsumsi di sektor pertambangan dan mobilmobil angkutan umum.

Dia menjelaskan,mobil-mobil tersebut biasanya menjual lagi BBM dari SPBU ke kios-kios bensin eceran. “Kalau kita lihat, yang antre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan adalah truk-truk untuk mengangkut batu bara dan mobil-mobil yang (BBMnya) dijual ke kios-kios liar,” tutur Hanung ketika ditemui di Jakarta Convention Center, Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, Pertamina membantah terjadi kelangkaan BBM bersubsidi di Kalimantan.“ Yang terjadi adalah pengendalian BBM,” tandasnya.

Menurut Hanung, tugas Pertamina saat ini adalah bertanggung jawab agar kuota BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah tidak terlampaui. Pertamina harus menyalurkan BBM bersubsidi dengan tepat sasaran dan volume dengan melakukan berbagai upaya untuk pengendalian BBM bersubsidi di Kalimantan, salah satunya memakai sistem point of sales/POS di setiap SPBU di Kalimantan.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo mengatakan,permintaan penambahan kuota BBM subsidi sulit direalisasikan karena secara nasional sudah diatur sesuai kebutuhan. Dia memaparkan, masingmasing wilayah memang memiliki kebutuhan yang tidak bisa disamakan agar kuota BBM selalu naik.

“Mungkin yang siap ditambahya BBM nonsubsidi karena di sana banyak mobil pertambangan,” kata Evita. Dia menambahkan, seharusnya empat gubernur di Kalimantan bisa mengarahkan masyarakat setempat sebagai konsumen untuk menggunakan BBM nonsubsidi.

Kepala Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Andy Noorsaman Sommeng memastikan akan menambah kuota BBM jenis premium sebesar lima persen dari premium 1.600.399 kl atau setara 80.019 kl. “Pemerintah hanya akan memberikan tambahan jatah untuk jenis premium,”kata dia saat dihubungi kemarin.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
18 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved