Konflik Iran reda, harga BBM sulit naik

Jum'at, 25 Mei 2012 - 19:19 WIB
Konflik Iran reda, harga...
Konflik Iran reda, harga BBM sulit naik
A A A
Sindonews.com - Tren harga minyak mentah dunia yang semakin hari cenderung menurun, hal ini membuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sulit untuk naik.

"Kalau trennya turun terus seperti ini maka pemerintah enggak bisa lagi menaikkan harga BBM bersubsidi," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Evita Legowo di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (25/5/2012).

Seperti diketahui dalam Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2012 pasal 7 ayat 6a menyebutkan apabila harga rata-rata ICP selama enam bulan terakhir mengalami kenaikan 15 persen dari asumsi dalam APBNP 2012 sebesar USD102 per barel maka pemerintah berhak menyesuaikan harga BBM bersubsidi.

Namun demikian, menyusul semakin redupnya krisis politik yang terjadi di Timur Tengah, harga minyak dunia terus turun mencapai USD90 per barel.

Sebagai informasi pada Kamis 24 Mei 2012 kemarin tercatat Harga minyak mentah turun hingga di bawah USD90 per barel. Hal ini diakibatkan ketidakpastian ekonomi Eropa dan China.

Seperti dikutip dari Associated Press benchmark harga minyak mentah AS turun USD1,95 menjadi berakhir pada USD89,90 per barel. Minyak telah anjlok lebih dari 15 persen bulan ini dan berada pada tingkat terendah sejak 21 Oktober 2011. (ank)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
21 menit yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
44 menit yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
1 jam yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
2 jam yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
2 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved