Pengawasan konsumsi solar di Kalimantan diperketat

Rabu, 30 Mei 2012 - 14:44 WIB
Pengawasan konsumsi...
Pengawasan konsumsi solar di Kalimantan diperketat
A A A


Sindonews.com - Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan akan memperkuat pengawasan bahan bakar solar di Kalimantan terkait banyaknya perusahaan pertambangan dan perkebunan yang masih menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

"Kalau premium kita yakin itu kebutuhan riil. Tapi kalau solar masih ada lari kesana kesini (penyelewengan). Nah itu kita perkuat pengawasan. Nah kalau sudah pakai pengawasan macam-macam masih kurang berarti itu memang kurang (pasokan)," kata Anggota Komite BPH Migas Ibrahim Hasyim saat menyambangi pressroom Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/5/2012).

Maka dari itu, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan PT Pertamina (Persero) untuk membuat alat teknologi untuk mengetahui konsumsi BBM yang dipakai. "Mau dipasang di Kalimantan dulu. Kalau jadi kendaraan tambang perkebunan, itu kita bisa cek kebutuhannya," paparnya.

Dia menambahkan, untuk daerah-daerah yang banyak perkebunan dan pertambangan akan dipasang SPBU Mobile yang dapat berpindah-pindah tempat.

"Kalimantan pernah ada BBM nonsubsidi di 15 SPBU. Masyarakat belum mau, jadi investasi tidak mau. Sekarang pakai mobile, sistem tangki dipasang dispenser, mungkin ini bisa jalan. Pulau yang paling besar nonsubsidi justru Kalimantan," jelasnya.

Kebutuhan BBM di Kalimantan, lanjut Ibrahim, memang sangat besar. Oleh sebab itu, pemerintah berniat untuk menambah kuotanya, tetapi untuk BBM nonsubsidi seperti solar nonsubsidi. Namun, BPH Migas terlebih dahulu akan meminta pemerintah daerah untuk mengevaluasi penggunaan BBM di Kalimantan. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
6 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
17 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
41 menit yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
50 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Pimpin BGN, Sudaryono...
Pimpin BGN, Sudaryono Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved