ABM alokasikan laba untuk perkuat anak usaha

Kamis, 31 Mei 2012 - 19:41 WIB
ABM alokasikan laba...
ABM alokasikan laba untuk perkuat anak usaha
A A A
Sindonews.com – PT ABM Investama Tbk (ABMM) akan mengalokasikan laba bersih untuk tahun 2011 sebesar Rp415,74 miliar untuk memperkuat anak usahanya.

Sesuai dengan Prospektus IPO ABM, perseroan akan mulai membagikan dividen dari Laba Bersih Tahun Buku 2012. Sedangkan laba bersih tahun 2011 berdasarkan persetujuan RUPST hari ini, akan digunakan untuk pengembangan usaha termasuk memperkuat permodalan seluruh anak perusahaan. Anak perusahaan ditargetkan akan tumbuh secara eksponensial dalam lima tahun mendatang.

“Laba bersih tersebut akan kami gunakan untuk memperkuat bisnis semua anak perusahaan, struktur permodalan dan kas internal Perseroan. Dengan demikian, perseroan mendapat keleluasan pendanaan untuk menyokong ekspansi bisnis anak usaha dan meningkatkan pertumbuhan pendapatan ABM di tahun 2012. Pertumbuhan usaha ini diharapkan akan terus memberikan keuntungan bagi para pemegang saham di tahun-tahun mendatang,” jelas Presiden Direktur PT ABM Investama Tbk. Andi Djajanegara, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews, Kamis (31/5/2012).

Dalam RUPS tersebut, Manajemen ABM juga memberikan laporan penggunaan dana hasil IPO sebesar Rp 1,48 triliun. Sesuai dengan prospektus, dana tersebut akan dialokasikan untuk pembiayaan ekspansi usaha 70 persen, pengembalian pinjaman perseroan 24 persen dan sisanya enam persen untuk modal kerja.

Per 31 Maret 2012, dana IPO yang telah digunakan adalah sebesar Rp 558 miliar atau setara 38 persen dari perolehan dana IPO pada Desember 2011 lalu. Dana tersebut digunakan untuk ekspansi, refinancing dan modal kerja.

Sepanjang tahun 2011, ABM mencatat laba bersih sebesar Rp415,74 miliar, tumbuh signifikan 226 persen dibandingkan pencapaian tahun 2010 sebesar Rp127,32 miliar. Lonjakan pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan sebesar 47,70 persen atau Rp6,62 triliun pada tahun 2011, dibandingkan pencapaian pada periode yang sama tahun 2010 sebesar Rp4,48 triliun.

Segmen kontraktor pertambangan telah memberikan kontribusi yang besar kepada pendapatan Perseroan dengan kontribusi pendapatan terbesar yakni Rp2,96 triliun atau 44 persen terhadap pendapatan konsolidasi ABM.

Posisi Kas dan Setara Kas pada tanggal 31 Desember 2011 Rp1,7 triliun atau tumbuh 285,34 persen dibandingkan pencapaian 2010 sebesar Rp433,04 miliar. Posisi aset ABMM pada 31 Desember 2011 pun meningkat signifikan 102,10 persen menjadi Rp9,88 triliun dari posisi Desember 2010 sebesar Rp4,89 triliun.

“Untuk menopang target tersebut, ABM telah menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD335 juta. Dana tersebut bersumber 30 persen dari kas internal, dan sisanya 70 persen dari pinjaman perbankan, sehingga retained earning yang kami lakukan saat ini akan memperkuat struktur permodalan dan meringankan beban Perseroan dalam pencarian pinjaman," tambah Direktur Keuangan ABM Willy Adipradhana.

Belanja modal tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai operasional anak perusahaan. Pertambangan batu bara tahun ini dianggarkan mendapat capex sebesar USD62 juta, unit usaha kontraktor pertambangan sekitar USD119 juta, jasa solusi kelistrikan USD62 juta, dan integrated logistik terintegrasi USD73 juta dan engineering services sebesar USD 19 juta.

“Fokus Perseroan di tahun 2012 adalah memastikan ekspansi perusahaan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan rencana melalui investasi dan kerjasama strategis untuk memastikan pertumbuhan yang berkesinambungan,”tutup Willy.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
5 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
6 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
6 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
7 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
7 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved