Kuota BBM 2013 diusulkan naik

Jum'at, 01 Juni 2012 - 09:32 WIB
Kuota BBM 2013 diusulkan...
Kuota BBM 2013 diusulkan naik
A A A


Sindonews.com - Pemerintah mengusulkan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2013 lebih tinggi 5-8 juta kiloliter (kl) dibandingkan kuota pada APBN-P 2012 sebesar 40 juta kl.

Usulan kenaikan tersebut mengikuti tren realisasi konsumsi BBM bersubsidi yang terus meningkat setiap tahunnya. “Kami mengusulkan kuota BBM bersubsidi sebesar 45–48 juta kl tahun depan. Proyeksi tersebut adalah pertumbuhan permintaan dari tahun 2012 yang diperkirakan realisasinya jadi 44 juta kl,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Evita Herawati Legowo saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.

Menurut dia, usulan kuota BBM bersubsidi pada tahun depan terdiri dari kuota untuk premium sebesar 28,7–30 juta kl, naik dari kuota saat ini sebesar 24,41juta kl; lalu solar diusulkan sebesar 15–16,7 juta kl dari kuota yang berlaku saat ini sebesar 13,89 juta kl; dan minyak tanah (kerosene) diusulkan turun menjadi 1,3 juta kl dari kuota sekarang sebesar 1,7 juta kl.

Dia menambahkan, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) dalam RAPBN 2013 diasumsikan sebesar USD100–120 per barel. Pasalnya, ada ketidakpastian ketegangan politik di Iran dan Timur Tengah. Situasi tersebut terbukti pada kuartal I/2012 yang mengalami kenaikan yang sangat tajam. Mengenai produksi minyak siap jual (lifting), dalam RAPBN 2013 diusulkan berada pada kisaran 910.000-940.000 barel per hari.

Angka tersebut tidak jauh berbeda dari target lifting di APBN-P 2012 sebesar 930.000 barel per hari. Selain itu, pemerintah mengusulkan target produksi gas bumi sebesar 7.740–8.160 BBTUD. Dengan kisaran tersebut, maka pemerintah mengusulkan lifting migas sebesar 2.200–2.300 barel oil equivalent per day (BOEPD). Saat ini lifting migas berada di kisaran 2.162 BOEPD.

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R Priyono kepada DPR sebelumnya mengusulkan asumsi lifting minyak 880.000–910.000 barel per hari. Asumsi lifting tersebut merupakan yang terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

“Asumsi lifting minyak itu pun baru bisa dicapai asalkan produksi minyak di 2012 tercapai 904.000 barel per hari dan seluruh proyek pengembangan dapat dikerjakan tepat waktu,” katanya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
18 menit yang lalu
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
1 jam yang lalu
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
1 jam yang lalu
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
2 jam yang lalu
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
3 jam yang lalu
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
3 jam yang lalu
Infografis
6 Brigjen Naik Pangkat...
6 Brigjen Naik Pangkat Jadi Mayjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved