Pertamina tak berwenang tentukan HET LPG 3 kg

Senin, 04 Juni 2012 - 17:35 WIB
Pertamina tak berwenang...
Pertamina tak berwenang tentukan HET LPG 3 kg
A A A


Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) menyatakan tidak memiliki wewenang untuk mengatur mekanisme harga LPG 3 kg yang dijual di pengecer. Sehingga, jika terjadi kenaikan harga yang bukan disebabkan pasokan, juga bukan tanggung jawab Pertamina.

"Mekanisme harga kan Pertamina enggak bisa ngontrol sampai ke warung. Tanggung jawab pertamina adalah LPG dipasok secara cukup," ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya Yuktyanta, di Jakarta, Senin (4/6/2012).

Alokasi LPG 3 kg dan kebijakan penentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) merupakan kewenangan pemerintah berdasarkan usulan dari Pemda tersebut. Ketentuan itu diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri No. 17/2011 dan Menteri ESDM No. 05/2011. "Harga di agen itu sesuai dengan HET keputusan Pemda," jelasnya.

Pertamina mencurigai ada oknum yang melakukan permainan harga LPG sejauh ini. "Jadi Pertamina akan mengoperasikan pasar dimana di situ masih harga tinggi, Pertamina akan drop di agen atau di pangkalan dengan harga resmi supaya harga lain ikut turun," tambah Hanung.

Hanung menambahkan, untuk wilayah Jakarta, HET agen-agen sebesar Rp12.750. Sedangkan untuk sampai ke warung, menurutnya bisa saja harga sampai dengan Rp17 ribu. "Jadi kalau mengutip harga, tolong disebutkan dimananya. Jangan bilang Rp17 ribu, ya kalau nunggunya depan rumah memang segitu, jadi tukang dorong ke rumah," tandasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
6 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
6 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
7 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
7 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
8 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved