Naikkan harga LPG, pangkalan ditindak tegas

Selasa, 05 Juni 2012 - 13:19 WIB
Naikkan harga LPG, pangkalan...
Naikkan harga LPG, pangkalan ditindak tegas
A A A
Sindonews.com - Agen gas LPG di Depok bakal menindak tegas pangkalan LPG yang menaikkan harga gas LPG seenaknya diatas Harga Eceran Tertinggi (HET). Sesuai dengan kesepakatan bersama Pertamina dengan Hiswana Migas, harga gas bersubsidi dari agen ke pangkalan Rp12.750 per tabung. Dari pangkalan ke warung ditetapkan Rp14 ribu.

"Kami hanya bisa memberikan sanksi ke pangkalan yang melanggar kesepakatan. Sanksinya kami tidak melayani pengisian gas dari pangkalan.Kami akan menyetop pengiriman," ujar Pemilik Agen di Jalan Raden Saleh, Sukmajaya, Depok, Oom Hairun, Selasa (06/06/12).

Oom menjamin, di Depok secara distribusi gas sudah teratur, jadi tidak mungkin terjadi kelangkaan seperti di daerah lain. Dikatakan Oom, setiap agen memiliki kontrak dengan pangkalan. Setiap agen dapat memiliki beberapa pangkalan, namun setiap pangkalan hanya boleh kontrak dengan satu agen. Selanjutnya pangkalan memiliki beberapa warung dan warung juga hanya boleh mendapatkan LPG dari satu pangkalan.

"Kemudian juga pangkalan diberikan kuota. Jika melebihi kuota maka tidak akan mendapatkan jatah lebih," tegasnya.

Namun, naiknya harga gas LPG bersubsidi 3 kg dipastikan naik ditingkat warung. Sebab dipastikan juga pangkalan tidak bisa menaikkan harga sesuai kesepakatan bersama.

"Rantai distribusi LPG 3 kg putus di tingkat warung. Oleh karena itu naiknya harga LPG di tingkat warung tidak bisa dikendalikan. Ini semuanya diserahkan ke masyarakat mau beli atau tidak," katanya.

Menurut Oom, di tingkat warung harga LPG tabung melon bisa mencapai Rp16 ribu lebih. Kemudian juga ongkos kirim yang menjadi perhitungan di tingkat warung. "Jika konsumen mau dengan harga yang ditentukan warung maka semua itu diserahkan ke masyarakat," ungkapnya.

Ketua Hiswanamigas Kota Depok, Mochamad Athar Susanto menyatakan hal yang sama. Ia menambahkan bahwa naiknya harga LPG di tingkat warung disebabkan naiknya harga kebutuhan pokok. Naiknya kebutuhan pokok tidak ada hubungannya dengan gas subsidi, namun hal itu menjadi fenomena saat ini.
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Bea Cukai Papua Fasilitasi...
Bea Cukai Papua Fasilitasi dan Gerakkan Ekonomi Daerah, dari PSN hingga UMKM
59 menit yang lalu
AS Ancam Tarif 100%...
AS Ancam Tarif 100% Bagi Pembeli Minyak Rusia, China Meradang dan Siapkan Pembalasan
1 jam yang lalu
Sukses Teknologi Perluas...
Sukses Teknologi Perluas Distribusi DWAY, PT Delta Perkuat Akses Produk Resmi
1 jam yang lalu
IHSG Melompat di Sesi...
IHSG Melompat di Sesi Siang, Sentuh Level 6.228 dengan Transaksi Rp8,2 Triliun
1 jam yang lalu
Matikan Selat Hormuz!...
Matikan Selat Hormuz! AS dan Irak Deal Bangun Jalur Pipa Minyak Senilai Rp1.074 triliun
3 jam yang lalu
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved