Atasi pelemahan rupiah perlu integrasi BI & pemerintah

Kamis, 07 Juni 2012 - 13:36 WIB
Atasi pelemahan rupiah...
Atasi pelemahan rupiah perlu integrasi BI & pemerintah
A A A


Sindonews.com - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belakangan ini terus terjadi. Untuk mengantisipasi hal itu, tidak cukup dengan langkah Bank Indonesia (BI) melakukan intervensi pasar uang.

"Menurut saya yang perlu dilakukan adalah integrasi antara BI dan pemerintah khususnya Kementerian Keuangan, karena begitu ada persoalan likuiditas maka merekalah yang harus cepat mengambil keputusan," kata Sekretaris Komite Ekonomi Nasional Aviliani di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (7/6/2012).

"Jangan dipersepsikan BI intervensi terus. Karena begitu dikatakan BI intervensi maka orang akan borong dolar," tambahnya.

Selain itu, menurut Aviliani, range rupiah yang sudah ditentukan oleh pemerintah harus tetap dijaga. "Pemerintah kalau enggak salah Rp8.700-Rp9.300 itu adalah range-nya. Jadi range ini dapat bisa dijaga supaya pengusaha maupun berbagai pihak itu sudah mengetahui, bahwa pada range segitulah mereka itu bisa menghitung," tandasnya.

Aviliani optimis pelemahan rupiah juga tidak akan berlangsung lama dan hanya sesaat. "Situasi ini paling lama antara dua minggu sampai satu bulan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, BI dalam menghadapi melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS, akan menerbitkan Term Deposit sebagai bentuk kebijakan dalam percepatan pendalaman pasar keuangan domestik dan penguatan manajemen moneter.

"BI akan terbitkan Term Deposit yaitu instrumen penempatan devisa oleh perbankan domestik di Indonesia," kata Gubernur BI Darmin Nasution.

Term Deposit, menurutnya, akan menjadi outlet penempatan devisa untuk memfasilitasi masuknya devisa, termasuk yang berasal dari hasil ekspor. BI akan mengelola devisa tersebut melalui berbagai transaksi devisa untuk mendorong pendalaman pasar, sekaligus sebagai instrumen moneter.

"Dalam hal ini bank domestik dapat menempatkan devisa pada BI dengan berbagai tenor yang disesuaikan kondisi pasar," jelasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
28 menit yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
1 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
1 jam yang lalu
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
1 jam yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
2 jam yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
2 jam yang lalu
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved