Koperasi Sumut butuh penanganan lebih baik

Kamis, 21 Juni 2012 - 11:00 WIB
Koperasi Sumut butuh...
Koperasi Sumut butuh penanganan lebih baik
A A A


Sindonews.com - Kurangnya penanganan serta pengelolaan yang baik, membuat banyak koperasi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) mati suri. Dari sebanyak 10.800 koperasi di Sumut, hanya sekitar 6.480 atau 60 persen saja yang masih aktif menjalankan usaha. Sementara 40 persen sisanya, tidak aktif.

“Karenanya, sekarang kita sedang mengatur strategi dan langkah-langkah yang sesuai agar koperasi dapat berkembang lebih baik dalam memberikan bantuan kepada masyarakat ,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut, Jonni Pasaribu, di Santika Premiere Dyandra Hotel dan Convention Medan, Rabu 20 juni 2012.

Jonni mengatakan, setiap tahunnya, koperasi di Sumut tumbuh sekitar 7 persen. Koperasi-koperasi tersebut, kata Jonni, tumbuh di daerah-daerah yang baru berkembang.

Sejauh ini, Dinas Koperasi dan UKM telah mengarahkan koperasi tersebut, mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah dengan menyesuaikan jenis usaha yang dilakukan dengan industri di sekitar. “Seperti di Sumut yang unggul pada komoditas perkebunan dan pertanian. Maka sebaiknya koperasi tersebut yang seharusnya dikembangkan,” kata dia.

Selain itu, Dinas Koperasi dan UKM juga mengembangkan ekonomi rakyat melalui KUD (Koperasi Unit Desa). Menurut dia, KUD sangat sesuai dengan masyarakat pedesaan Sumut, karena efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan petani akan pupuk. Sehingga, KUD perlu untuk diberdayakan lagi.

Sementara itu, Deputi dan Pemasaran Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Nedi Rafinaldi Halim mengatakan, perkembangan koperasi secara nasional juga serupa. Bahkan dari jumlah 192.000 unit yang ada, hanya 40 persen yang aktif memberikan pelayanan.

Persoalan itu menjadi perhatian utama Kementerian Koperasi dan UKM. Namun, untuk mengatasinya perlu kordinasi dari daerah-daerah. Sebab, permasalah di tingkat daerah yang selama ini belum diketahui.

”Ini merupakan salah satu tugas kementerian koperasi dan UKM untuk melakukan mengkoordinasikan dan mengefektifkan program-program yang telah diberikan ke kabupaten/ kota di Indonesia,” papar Nedi.

Dia mengatakan, koperasi di kabupaten/kota,wadahnya adalah masyarakat. Karena biasanya,koperasi tumbuh lantaran institusi perbankan belum tumbuh dengan baik dan optimal.Peran koperasi di daerah seperti ini sangat dibutuhkan agar kinerja koperasi lebih baik. Untuk itu perlu dilakukan koordinasi antara koperasi dalam memahami permintaan dan kelemahan dari koperasi yang ada.

“Sehingga kita bisa melakukan pembenahan, karena sudah menemukan kelemahankelemahan. Sementara kekuatan yang selama ini ada di koperasi, akan didorong untuk memajukan koperasi guna menemukan tantangan serta peluang- peluang baru,” tukasnya. (bro)
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
27 menit yang lalu
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
40 menit yang lalu
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Hadirkan Beragam Inovasi Engineering Melalui PINDEX 2026
2 jam yang lalu
Ika Unpad Luncurkan...
Ika Unpad Luncurkan Forum Ekonomi Hijau, Dorong Transformasi Nasional
3 jam yang lalu
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
4 jam yang lalu
Infografis
Menkes: Orang Gaji Rp15...
Menkes: Orang Gaji Rp15 Juta Pasti Lebih Sehat dan Pintar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved