Awas, Spanyol terancam bangkrut!

Selasa, 26 Juni 2012 - 16:49 WIB
Awas, Spanyol terancam...
Awas, Spanyol terancam bangkrut!
A A A
Sindonews.com - Setelah 15 bank di Amerika, kini Moody’s memangkas peringkat utang 28 bank di Spanyol. Hal ini akan membuat krisis di Eropa kian berat.

Badai pasti berlalu, begitu kata penyanyi kondang Chrisye. Lagu itu tampaknya sangat cocok juga untuk menggambarkan situasi pasar modal belakangan ini. Hanya saja, sampai kapan badai akan berlalu dari lantai bursa? Seakan sebuah paduan suara, sejumlah analis memberikan jawaban yang hampir senada: sulit diprediksi.

Coba dengar yang diungkapkan Purwoko Sartono. Menurut analis dari Panin Sekuritas ini, pengaruh negatif dari luar masih sangat besar. Mulai dari krisis utang di Eropa, melemahnya ekonomi Cina, penurunan rating utang India, hingga terpangkasnya rating 15 bank di Amerika. “Ini semua menutup sentimen positif yang lain,” katanya.

Makanya, kendati Selasa ini (26/6/2012) indeks harga saham menguat 23,81 poin (0,62 persen) ke level 3.881,40. Namun hal itu belum menjadi pertanda bahwa bursa sudah pulih. Soalnya, hari ini tersiar berita yang tak kalah mengejutkan dari Spanyol. Moody’s Investor Service kemarin menurunkan peringkat utang 28 bank di Spanyol.

Tidak hanya itu. Kabarnya, kondisi ekonomi India juga semakin parah. Hampir dipastikan, penurunan peringkat bank ini akan membuat bank-bank di Spanyol membutuhkan dana talangan (bailout) yang sangat besar. Memang belum jelas benar, berapa besar dana yang dibutuhkan untuk menyelamatkan bank-bank di Spanyol. Namun jika dana yang dibutuhkan sangat besar, diperkirakan hal itu akan membuat krisis di Eropa semakin parah dan berlarut-larut.

Itu sebabnya, para analis yakin beberapa hari ke depan akan terjadi koreksi besar-besaran di bursa. Soalnya, dengan memburuknya situasi di Eropa, para investor diperkirakan akan melepas aset-aset mereka (saham dan surat utang) dan mengalihkan dananya ke dolar yang dianggp relatif aman. Hal ini bukan hanya terjadi di luar negeri, tapi juga di Bursa Efek Indonesia.

Dalam situasi seperti ini, sejumlah analis menyarankan para investor untuk sementara waktu tidak melakukan perdagangan. “Kalau masih sempat, keluar dulu dari pasar modal,” ujar seorang analis dari PT Kresna Securities.

Alasannya, ya itu tadi, indeks diperkirakan masih akan meluncur turun. Jika salah timing, bukan tidak mungkin modal investor bukannya bertambah, justru tergerus. Jadi, waspadalah!
()
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkini
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
21 menit yang lalu
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
33 menit yang lalu
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
49 menit yang lalu
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
1 jam yang lalu
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
1 jam yang lalu
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
2 jam yang lalu
Infografis
Ratusan Mahasiswa Asing...
Ratusan Mahasiswa Asing Berbakat Terancam Kehilangan Masa Depan di AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved