Harga sembako di Bangkalan sudah merangkak naik
Kamis, 05 Juli 2012 - 18:11 WIB
Harga sembako di Bangkalan sudah merangkak naik
A
A
A
Sindonews.com – Seperti sudah menjadi tradisi. Setiap menjelang bulan suci Ramadan, selalu saja disertai dengan adanya kenaikan harga sembilan bahan pokok (Sembako). Pun demikian di Kabupaten Bangkalan, hampir di sejumlah pasar tradisional, harga sembako mulai merangkak naik dibanding hari sebelumnya.
Adapun beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya, cabai besar dari harga Rp16 ribu menjadi Rp20 ribu/kg, cabe rawit dari harga Rp14 ribu menjadi Rp17 ribu/kg, harga telur dari harga Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu/kg. Harga sembako lainnya yang juga mengalami kenaikan, bawang putih dari Rp17 ribu menjadi Rp18 ribu/kg dan Kemiri dari Rp32 ribu menjadi Rp34 ribu/kg.
“Kenaikan itu sudah berlangsung sejak awal Minggu lalu. Semua sudah naik dan itu biasa menjelang bulan puasa,” ujar salah satu penjual Sambako di pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan, Suliha, Kamis (5/7/2012).
Suliha menjelaskan, penyebab naiknya harga sembako tersebut di sebabkan karena harga kulakan di Surabaya juga mengalami kenaikan. Terlebih lagi, juga karena pengiriman barang mengalami keterlambatan, sementara di sisi lain permintaan pasar dari kalangan pembeli meningkat
Menurutnya, bila mengaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, diprediksi harga sembako ini akan terus mengalami kenaikan hingga menjelang lebaran nanti. Sebab, kebutuhan masyarakat mendekati lebaran semakin bertambah dan pasokan sembako biasanya menipis.
“Itu sudah bisa diprediksi. Sebenarnya kami tidak ingin menaikan harga, tapi mau apalagi kalau kulakanya juga naik,” ucapnya.
Sementara itu, anggota komisi B DPRD Bangkalan, Usroudin, berharap ada operasi pasar untuk menekan kenaikan harga beberapa sembako menjelang bulan Ramadhan tersebut. Bila tidak dilakukan, kenaikan akan terus berlangsung dan berimbas pada masyarakat.
“Operasi pasar harus disegerakan, karena itu yang menjadi solusi. Pihak terkait saya harap segera melakukan hal tersebut,” tegasnya.
Adapun beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan diantaranya, cabai besar dari harga Rp16 ribu menjadi Rp20 ribu/kg, cabe rawit dari harga Rp14 ribu menjadi Rp17 ribu/kg, harga telur dari harga Rp15 ribu menjadi Rp17 ribu/kg. Harga sembako lainnya yang juga mengalami kenaikan, bawang putih dari Rp17 ribu menjadi Rp18 ribu/kg dan Kemiri dari Rp32 ribu menjadi Rp34 ribu/kg.
“Kenaikan itu sudah berlangsung sejak awal Minggu lalu. Semua sudah naik dan itu biasa menjelang bulan puasa,” ujar salah satu penjual Sambako di pasar Ki Lemah Duwur Bangkalan, Suliha, Kamis (5/7/2012).
Suliha menjelaskan, penyebab naiknya harga sembako tersebut di sebabkan karena harga kulakan di Surabaya juga mengalami kenaikan. Terlebih lagi, juga karena pengiriman barang mengalami keterlambatan, sementara di sisi lain permintaan pasar dari kalangan pembeli meningkat
Menurutnya, bila mengaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, diprediksi harga sembako ini akan terus mengalami kenaikan hingga menjelang lebaran nanti. Sebab, kebutuhan masyarakat mendekati lebaran semakin bertambah dan pasokan sembako biasanya menipis.
“Itu sudah bisa diprediksi. Sebenarnya kami tidak ingin menaikan harga, tapi mau apalagi kalau kulakanya juga naik,” ucapnya.
Sementara itu, anggota komisi B DPRD Bangkalan, Usroudin, berharap ada operasi pasar untuk menekan kenaikan harga beberapa sembako menjelang bulan Ramadhan tersebut. Bila tidak dilakukan, kenaikan akan terus berlangsung dan berimbas pada masyarakat.
“Operasi pasar harus disegerakan, karena itu yang menjadi solusi. Pihak terkait saya harap segera melakukan hal tersebut,” tegasnya.
(and)
Lihat Juga :