Peringkat obligasi Global Mediacom idA+
Jum'at, 06 Juli 2012 - 09:33 WIB
Peringkat obligasi Global Mediacom idA+
A
A
A
Sindonews.com – PT Perusahaan Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat idA+ untuk PT Global Mediacom Tbk (BMTR) dan rencana obligasi I/2012 sebesar maksimum Rp1,25 triliun. Outlook dari peringkat tersebut adalah stabil.
Analis PT Perusahaan Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih dan Anies Setyaningrum mengungkapkan, peringkat tersebut mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Sky Vision (MNSV).
”Serta beragamnya jasa layanan media mulai dari media televisi,radio,cetak dan online yang disediakan oleh anak-anak perusahaan dan arus kas yang baik dari anak perusahaan utama,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin. Namun begitu, lanjut dia, peringkat tersebut dibatasi oleh akses tidak langsung terhadap arus kas operasional, risiko terhadap fluktuasi mata uang asing sehubungan dengan utang dalam dolar Amerika Serikat pada anak perusahaan.
Serta persaingan yang ketat pada industri media. Global Mediacom menerbitkan obligasi senilai Rp1,25 triliun. Obligasi terbagi dua seri, yakni Seri A bernilai Rp250 miliar berjangka waktu tiga tahun dengan kupon sebesar 9,75 persen dan Obligasi seri B bernilai Rp1 triliun berjangka waktu lima tahun dengan kupon 10,5 persen.
Direktur MNC Securities, Tien mengatakan, pihaknya menargetkan investor korporasi dari obligasi tersebut. Diantaranya dana pensiun, asuransi, perbankan. ”Kami tidak mengadakan road show ke luar negeri namun kami optimistis pasar dalam negeri menyerap obligasi Global Mediacom,” tutur dia saat dihubungi,kemarin.
Dia mengungkapkan, setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil penerbitan obligasi akan dipergunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Serta pengembangan dibidang media dan terkait media. Diantaranya untuk membeli peralatan bisnis media agar bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan dimasa mendatang.
Selaku penjamin emisi dalam penerbitan obligasi ini adalah PT Danareksa Securities, PT Indo Premier Securities dan PT MNC Securities. BMTR merupakan perusahaan media terintegrasi di Indonesia dengan rata-rata pangsa pemirsa terbesar melalui tiga televisi free to air (FTA) yang dimiliki PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Serta pangsa pelanggan televisi berlangganan terbesar melalui PT MNC Sky Vision.
Sepanjang kuartal I/2012, pendapatan konsolidasi BMTR meningkat 18 persen menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,6 triliun pada kuartal 1/2011.Pendapatan iklan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Sedangkan,media berbasis pelanggan memberikan kontribusi 29 persen.
Pendapatan iklan naik tajam seiring dengan peningkatan rata-rata pada rate card untuk RCTI,MNCTV,dan Global TV sebesar 21 persen. Sedangkan media berbasis pelanggan melonjak 45 persen dari 875 ribu pelanggan di kuartal I/2011 menjadi 1,26 juta pelanggan di kuartal I/2012. Laba sebelum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat signifikan sebesar 19 persen menjadi Rp699 miliar dari Rp585 miliar pada kuartal I/2011.
Laba bersih pada kuartal I/2012 meningkat 40 persen dan berhasil melampaui budget secara signifikan sebesar 87 persen. Laba bersih kuartal I/2012 sebesar Rp275 miliar meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp197 miliar.Adapun,laba bersih per saham meningkat 43 persen menjadi Rp20 dari Rp14 yang tercatat pada 2011.
Analis PT Perusahaan Efek Indonesia (Pefindo) Niken Indriarsih dan Anies Setyaningrum mengungkapkan, peringkat tersebut mencerminkan kepemilikan mayoritas BMTR pada perusahaan-perusahaan media terbesar dan terkemuka yaitu PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT MNC Sky Vision (MNSV).
”Serta beragamnya jasa layanan media mulai dari media televisi,radio,cetak dan online yang disediakan oleh anak-anak perusahaan dan arus kas yang baik dari anak perusahaan utama,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya kemarin. Namun begitu, lanjut dia, peringkat tersebut dibatasi oleh akses tidak langsung terhadap arus kas operasional, risiko terhadap fluktuasi mata uang asing sehubungan dengan utang dalam dolar Amerika Serikat pada anak perusahaan.
Serta persaingan yang ketat pada industri media. Global Mediacom menerbitkan obligasi senilai Rp1,25 triliun. Obligasi terbagi dua seri, yakni Seri A bernilai Rp250 miliar berjangka waktu tiga tahun dengan kupon sebesar 9,75 persen dan Obligasi seri B bernilai Rp1 triliun berjangka waktu lima tahun dengan kupon 10,5 persen.
Direktur MNC Securities, Tien mengatakan, pihaknya menargetkan investor korporasi dari obligasi tersebut. Diantaranya dana pensiun, asuransi, perbankan. ”Kami tidak mengadakan road show ke luar negeri namun kami optimistis pasar dalam negeri menyerap obligasi Global Mediacom,” tutur dia saat dihubungi,kemarin.
Dia mengungkapkan, setelah dikurangi biaya emisi, dana hasil penerbitan obligasi akan dipergunakan untuk belanja modal dan modal kerja. Serta pengembangan dibidang media dan terkait media. Diantaranya untuk membeli peralatan bisnis media agar bisa memberikan nilai tambah bagi perusahaan dimasa mendatang.
Selaku penjamin emisi dalam penerbitan obligasi ini adalah PT Danareksa Securities, PT Indo Premier Securities dan PT MNC Securities. BMTR merupakan perusahaan media terintegrasi di Indonesia dengan rata-rata pangsa pemirsa terbesar melalui tiga televisi free to air (FTA) yang dimiliki PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Serta pangsa pelanggan televisi berlangganan terbesar melalui PT MNC Sky Vision.
Sepanjang kuartal I/2012, pendapatan konsolidasi BMTR meningkat 18 persen menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,6 triliun pada kuartal 1/2011.Pendapatan iklan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap pendapatan konsolidasi. Sedangkan,media berbasis pelanggan memberikan kontribusi 29 persen.
Pendapatan iklan naik tajam seiring dengan peningkatan rata-rata pada rate card untuk RCTI,MNCTV,dan Global TV sebesar 21 persen. Sedangkan media berbasis pelanggan melonjak 45 persen dari 875 ribu pelanggan di kuartal I/2011 menjadi 1,26 juta pelanggan di kuartal I/2012. Laba sebelum dikurangi beban bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) meningkat signifikan sebesar 19 persen menjadi Rp699 miliar dari Rp585 miliar pada kuartal I/2011.
Laba bersih pada kuartal I/2012 meningkat 40 persen dan berhasil melampaui budget secara signifikan sebesar 87 persen. Laba bersih kuartal I/2012 sebesar Rp275 miliar meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat Rp197 miliar.Adapun,laba bersih per saham meningkat 43 persen menjadi Rp20 dari Rp14 yang tercatat pada 2011.
(and)
Lihat Juga :