IHSG masih terjepit bursa regional
Jum'at, 06 Juli 2012 - 10:02 WIB
IHSG masih terjepit bursa regional
A
A
A
Sindonews.com - Faktor eksternal lagi-lagi memberikan tekanan pada awal pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan ini.
IHSG, Jumat (6/7/2012) pukul 09.35 JATS dibuka ambles 8,41 poin ke 4.061,42. Indeks LQ45 turun 1,06 poin ke 696,51 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,68 poin ke 566,73.
Di awal perdagangan hari ini volume perdagangan masih terbilang sepi dengan hanya tercatat sebanyak 114,99 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp156,63 miliar. Sebanyak 34 saham menguat, 67 saham melemah, dan 61 saham tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mulai melakukan aksi jual dengan angka net selling mencapai Rp14,053 miliar.
Bursa-bursa utama global ditutup dengan didominasi pelemahan. Indeks S&P turun 6,44 poin ke 1.367,58, indeks Dow turun 47,15 poin ke 12.896,67, sedangkan indeks Nasdaq naik tipis 0,03 poin ke 2.976,12. Di Amerika, investor kini sedang menantikan rilis terbaru dari data lapangan kerja sebagai gambaran dari pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, di Eropa juga didominasi oleh pelemahan. Indeks DAX turun 29,24 poin ke 6.535,56, disusul indekx CAC 40 turun 38,39 poin ke 3.229,36, namun indeks FTSE 100 justru menguat 8,16 poin ke 5.692,63.
Sedangkan di bursa regional, sentimen negatif masih mendominasi pergerakan di awal perdagangan hari ini. Indeks Nikkei 225 turun 17,62 poin ke 9.062,18 dan indeks Hang Seng turun 50,70 poin ke 19.758,43.
Sektor-sektor penopang indeks kompak bergerak di zona merah kecuali sektor konsumer yang naik tipis 0,31 poin. Namun sektor pertambangan ambles hingga 15,64 poin dan sektor perkebunan turun 13,79 poin.
Berikut ini adalah saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp300 ke Rp22.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp200 ke Rp22.600, dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp150 ke Rp8.800.
Sedangkan saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp450 ke Rp61.850, PT Bank BRI Tbk (BBRI) naik Rp150 ke Rp6.800, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp100 ke Rp6.150.
IHSG, Jumat (6/7/2012) pukul 09.35 JATS dibuka ambles 8,41 poin ke 4.061,42. Indeks LQ45 turun 1,06 poin ke 696,51 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun tipis 0,68 poin ke 566,73.
Di awal perdagangan hari ini volume perdagangan masih terbilang sepi dengan hanya tercatat sebanyak 114,99 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp156,63 miliar. Sebanyak 34 saham menguat, 67 saham melemah, dan 61 saham tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mulai melakukan aksi jual dengan angka net selling mencapai Rp14,053 miliar.
Bursa-bursa utama global ditutup dengan didominasi pelemahan. Indeks S&P turun 6,44 poin ke 1.367,58, indeks Dow turun 47,15 poin ke 12.896,67, sedangkan indeks Nasdaq naik tipis 0,03 poin ke 2.976,12. Di Amerika, investor kini sedang menantikan rilis terbaru dari data lapangan kerja sebagai gambaran dari pertumbuhan ekonomi.
Sementara itu, di Eropa juga didominasi oleh pelemahan. Indeks DAX turun 29,24 poin ke 6.535,56, disusul indekx CAC 40 turun 38,39 poin ke 3.229,36, namun indeks FTSE 100 justru menguat 8,16 poin ke 5.692,63.
Sedangkan di bursa regional, sentimen negatif masih mendominasi pergerakan di awal perdagangan hari ini. Indeks Nikkei 225 turun 17,62 poin ke 9.062,18 dan indeks Hang Seng turun 50,70 poin ke 19.758,43.
Sektor-sektor penopang indeks kompak bergerak di zona merah kecuali sektor konsumer yang naik tipis 0,31 poin. Namun sektor pertambangan ambles hingga 15,64 poin dan sektor perkebunan turun 13,79 poin.
Berikut ini adalah saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp300 ke Rp22.800, PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp200 ke Rp22.600, dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turun Rp150 ke Rp8.800.
Sedangkan saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp450 ke Rp61.850, PT Bank BRI Tbk (BBRI) naik Rp150 ke Rp6.800, dan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) naik Rp100 ke Rp6.150.
(and)
Lihat Juga :