Pembahasan revisi Perpres JSS belum sampai Menteri

Jum'at, 06 Juli 2012 - 11:23 WIB
Pembahasan revisi Perpres...
Pembahasan revisi Perpres JSS belum sampai Menteri
A A A
Sindonews.com - Badan Perencana Pembangunan (Bappenas) menyebut rencana pemerintah merevisi Peraturan Presiden terkait pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) belum dibahas di tingkat menteri. Rencana ini, dikatakan baru pembicaran seputar eselon satu.

"Implikasinya kalau ada revisi Perpres, sesuai dengan prosedur internal pemerintah harus dikoordinasikan di menteri koordinator (menko). Namun yang saya tahu belum dibawa ke menteri," ungkap Menteri Bappenas Armida Alisjahbana di Hotel Marbella, Bandung, Kamis (5/6/2012) malam.

Armida mengakui, mengingat penting dan signifikannya rencana pembangunan JSS, menteri keuangan mengusulkan Kementerian Pekerjaan Umum untuk merevisi beberapa point terkait Perpres pembangunan tersebut. Namun, Armida memastikan bahwa usulan ini baru digodog di tingkat eselon satu di masing-masing kementerian terkait. "Ini harus lintas sektor menteri di bawah menko, baru menko melaporkan ke Presiden," tambahnya.

Selain itu, Armida mengatakan, pembangunan JSS bukan sekedar pembangunan infrastruktur biasa. Armida menyebut JSS dan Metropolitan Priority Area, adalah pembangunan Kawasan Strategis Khusus (KSN) yang melibatkan beberapa proyek.

"Ini bukan proyek Public Private Partnership (PPP) biasa dan tidak bisa disamakan dengan proyek biasa, ini namanya KSN. Itu perbedaannya tidak cukup satu project dan enggak kayak yang lain. (JSS) ini ada jembatannya, ada kawasannya, jadi ini proyek betul-betul khusus," tambahnya.

Sekadar informasi, Metropolitan Priority Area adalah sebuah proyek dimana yang menjadi prioritas diantaranya pengembangan pelabuhan international, pembangunan mass rapid transit (MRT) , jaringan transportasi publik, infrastruktur energi, peningkatan ruas jalan raya, perbaikan sistem suplai air, dan lainnya. Proyek ini ditargetkan rampung tahun 2014 dengan investasi sekira USD20-USD30miliar.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BREAKING NEWS: Gempa...
BREAKING NEWS: Gempa Bumi Guncang Selat Sunda
Kemenhub Siap Implementasikan...
Kemenhub Siap Implementasikan TSS Selat Sunda dan Selat Lombok
BMKG Ungkap Sudah 10...
BMKG Ungkap Sudah 10 Kali Tsunami Terjadi di Selat Sunda
Choke Point’ di Dunia,...
'Choke Point’ di Dunia, Tiga Ada di Indonesia
Kemenhub Sosialisasi...
Kemenhub Sosialisasi TSS Selat Sunda dan Selat Lombok Melalui SMS Broadcast
Kedubes AS Gelar Peringatan...
Kedubes AS Gelar Peringatan Pertempuran Selat Sunda
Berita Terkini
Concord Industry Tegaskan...
Concord Industry Tegaskan Komitmen Perkuat Industri Keramik di Keramika 2026
40 menit yang lalu
Kurs Tembus Rp18 Ribu,...
Kurs Tembus Rp18 Ribu, Gubernur BI Siapkan 2 Jurus Jaga Nilai Tukar Rupiah
1 jam yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
2 jam yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
2 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
5 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
8 jam yang lalu
Infografis
19 Menteri Bergelar...
19 Menteri Bergelar S3, Prabowo Tagih Kepintarannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved