Manisnya coklat, hasilkan puluhan juta

Minggu, 08 Juli 2012 - 12:00 WIB
Manisnya coklat, hasilkan...
Manisnya coklat, hasilkan puluhan juta
A A A
Sindonews.com - Banyak yang berpikir, berjamurnya bisnis di wisata kuliner, khususnya coklat membuat peluang para wirausaha baru tertutup. Tidak sedikit juga yang pesimis bisnis ini akan berkembang pesat atau bahkan mengalahkan perusahaan dengan brand yang besar.

Adalah Ismed Ismail, pemilik usaha Coklat Mentari di Bekasi berani membantah hal tersebut. Berlatar belakang pendidikan teknologi informasi, bahkan sempat pula bekerja sebagai seorang programmerdi perusahaan swasta ternama, Ismed malah memutuskan mengundurkan diri dan memilih berusaha cokelat sebagai jalan hidupnya.

“Kami tidak bisa membuat Anda terlihat manis di foto, tapi kami bisa membuat foto Anda terasa manis sampai gigitan terakhir,” demikian moto yang diusung Coklat Mentari. Janji manis itu mampu menggulirkan usaha kecilnya dan mencetak laba tidak sedikit bagi Ismed sekeluarga. Berawal dari kesukaan anaknya memakan cokelat, pada pertengahan 2008, Ismed memutuskan banting setir menjadi wirausaha cokelat rumahan.

Modal awal memulai usahanya itu pun hanya sekitar Rp100.000-an. Dana sebesar itu dipergunakan membeli cetakan, cokelat, dan bahan-bahan lainnya. “Saat itu, kami fokus di cokelat lolipop. Dengan modal segitu, bisa membuat 100 pieces cokelat lolipop,” terang Ismed saat ditemui SINDO di tempat usahanya di Bekasi, beberapa waktu lalu.

Awalnya, upaya pemasaran Ismed cukup sederhana. Ismed hanya memasang spanduk yang menginformasikan produknya, serta keterangan bahwa usahanya pun menerima pesanan penganan cokelat. Ternyata cokelat lolipop yang dijual Ismed mendapatkan respons positif dari anak-anak yang tinggal di sekitar rumahnya.

Selain rasanya enak, harga cokelat lolipop yang dijual Ismed cukup murah, yakni Rp1.000 per buah. Jadilah anak-anak tersebut konsumen setia yang melakukan repeat order dan bahkan corong promosi baru bagi Ismed. Agar segmen pasarnya bertambah, Ismed pun mulai mencari informasi dari internet dan juga belajar dari demo cara membuat cokelat. Hasilnya, Ismed berhasil menciptakan produk cokelat yang sesuai untuk segmen dewasa, cokelat praline, yakni cokelat dengan isi.

Rasanya bermacam-macam, di antaranya stroberi, blueberry, kopi, dan kacang. Sistem pemasaran pun ditambah dengan membuat laman sesuai merek yang diusungnya, yakni www.coklatmentari.com. Tak ketinggalan, dia pun memanfaatkan jejaring sosial untuk memasarkan produknya. Melalui laman usahanya serta jejaring sosial, produk cokelat Ismed semakin dikenal. Tidak hanya di Bekasi, kini cokelat produksi Ismed juga mulai dikenal di luar wilayah Jabodetabek.

Seperti pengusaha kreatif lainnya, Ismed tidak berhenti berkreasi. Setelah berkenalan dengan teknologi edible image yang memungkinkan produk cokelatnya bisa mempergunakan gambar foto atau logo sesuai pesanan, dia pun meluncurkan produk baru. Produk ini membuka pasar berupa cokelat untuk kebutuhan goodie bag ulang tahun anak, souvenir pernikahan, bahkan souvenir perusahaan.

Perkembangan usahanya mengharuskan Ismed menyewa ruko tidak jauh dari tempat tinggalnya. Tempat baru itu lebih akomodatif bagi para pembeli perorangan ataupun reseller yang kerap datang untuk membeli berbagai produk cokelat produksinya. Menurut Ismed, sejumlah toko kue sudah secara tetap menjual kembali produk Coklat Mentari, di antaranya toko kue di Pondok Indah dan Bogor Botani Square.

Menyadari strategisnya peran reseller, Ismed tidak segan memberi diskon langsung harga jual sekitar 20% bagi mereka. Hanya ada beberapa persyaratan bagi reseller, antara lain harus kontinu berbelanja setiap bulan dengan order minimal Rp700.000. Kini, sekitar 15 reseller perorangan yang tersebar di Jabodetabek aktif melakukan pembelian cokelat di tempatnya.

Kini penjualannya mencapai Rp35-40 juta per bulan dengan margin keuntungan 40%. Penjualan biasanya melonjak dua kali lipat pada hari-hari besar. (mai)
(and)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kisah Inspiratif UMKM...
Kisah Inspiratif UMKM Berkembang Pesat
Kisah Inspiratif, Buruh...
Kisah Inspiratif, Buruh Pabrik Telaten Kembangkan Usaha Telur Puyuh yang Berbuah Cuan
Kisah Sipetek Food,...
Kisah Sipetek Food, Banting Setir Karyawan Migas Jadi Pengepul Sampah Ikan Beromzet Ratusan Juta
Kisah Mantan Karyawan...
Kisah Mantan Karyawan Toko Jadi Pengusaha Batik hingga Go Global
Sukses di Usia Muda:...
Sukses di Usia Muda: dari Lensa Kamera, Ferdi Sulap Hobi Jadi Bisnis Jutaan dengan Alasfotoprops dan Dukungan Shopee
Kisah Pengusaha UMKM...
Kisah Pengusaha UMKM Berkelit dari Himpitan Wabah Corona
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
1 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
1 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
1 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
3 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
3 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
3 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved