Arus profit taking masih seret IHSG

Senin, 09 Juli 2012 - 09:25 WIB
Arus profit taking masih...
Arus profit taking masih seret IHSG
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi berada pada support 4.015-4.037 dan resistance 4.073-4.092. IHSG masih akan terbawa arus sinyal profit taking dari para investor.

"IHSG membentuk pola hammer, yang sebelumnya membentuk pola hanging man. Posisi candle sedikit di bawah upper bollinger bands," kata analis Indosurya Asset Management seperti dikutip dalam risetnya, di Jakarta, Senin (9/7/2012).

Dia menyebut, dari posisi dan pola candle yang terbentuk, tampaknya sinyal profit taking masih akan berlanjut. Apalagi sentimen yang ada juga tidak mendukung untuk terbentuknya penguatan.

"Kondisi ini pula yang bisa saja dimanfaatkan untuk "bersih-bersih" barang bagi pelaku pasar untuk mengamankan keuntungan yang telah diraih," ujarnya.

Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain SIMP, BMRI, BBTN, BSDE, GGRM, SMCB, MYOR, dan MAPI. Berikut prediksi IHSG dari beberapa sekuritas

HD Capital
Koreksi yang ditunggu di IHSG akibat tekanan regional yang dipicu oleh lemahnya job reports di AS akhirnya datang juga. Saatnya buy on weakness di beberapa saham pilihan di bawah ini. Support: 3.944, 3.810-3.720, Resistance: 4.100-4.200.

Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup melemah menyusul sentimen negatif dari pergerakan bursa regional. Penurunan yang terjadi diakibatkan kebijakan stimulus ekonomi yang diambil bank sentral Eropa (ECB) tidak berhasil memenuhi ekspektasi investor, meski ECB telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bp menjadi 0,75 persen.

Berdasarkan pantauan yield obligasi Italia dan Spanyol kembali melonjak setelah ECB mengumumkan penurunan suku bunga tanpa disertai adanya kebijakan lainnya untuk mendorong pertumbuhan membuat pasar kecewa.

Selain ECB, China juga menurunkan suku bunganya untuk kedua kalinya dalam satu bulan. Suku bunga pinjaman diturunkan 31 bp, sedangkan suku bunga deposit 25 bp. Kalangan analis menduga pertumbuhan ekonomi China kuartal dua yang akan dirilis pekan depan diperkirakan lebih rendah dari kuartal satu sehingga pemerintah melakukan penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan.

"Mengawali pekan ini, kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Meski melemah pada perdangan Jumat, kami melihat IHSG masih berada dalam tren menguat," demikian disampaikan tim analisa Panin Sekuritas.

Menurutnya, pelemahan yang terjadi merupakan fenomena yang masih dalam kewajaran mengingat indeks dalam dua pekan bergerak menguat. "Kami melihat kalaupun koreksi masih berlanjut, hal ini merupakan peluang investor untuk melakukan akumulasi di harga bawah (buy on weakness). Kisaran support-resistance hari ini 4.020-4.075," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Akhiri Pekan di Zona...
Akhiri Pekan di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke Level 6.072
IHSG Diramal Masih Lesu,...
IHSG Diramal Masih Lesu, Hari Ini Potensi di Kisaran 6.047-6.107
Menunggu Data Ekonomi...
Menunggu Data Ekonomi AS, IHSG Masih Berpeluang Menguat
IHSG Kebakaran, Saham...
IHSG 'Kebakaran', Saham Farmasi dan Telekomunikasi Tetap 'Adem'
IHSG Pekan Ini Diramal...
IHSG Pekan Ini Diramal Terkoreksi di 5.890-6.130, Simak Saran Analis
IHSG Diprediksi Kokoh...
IHSG Diprediksi Kokoh di Awal Pekan, Ini Beberapa Saham Pilihan
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
11 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
35 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
40 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
56 menit yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
58 menit yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved