IHSG tersungkur 56 poin di sesi I
Senin, 09 Juli 2012 - 12:39 WIB
IHSG tersungkur 56 poin di sesi I
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi perdagangan siang ini tersungkur hingga 56 poin dan menjauhi level 4.000. Kepanikan bursa utama dunia terhadap ekonomi global yang makin suram membuat investor gamang melangkah.
IHSG, Senin (9/7/2012) sesi I terperosok 56,09 poin ke 3.999,11. Sementara itu, indeks LQ45 merosot 11,45 poin ke 683,08 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 9,88 poin ke 554,04.
Sebanyak 197 saham melemah, 38 saham menguat, dan 62 saham tidak berubah harga. Volume perdagangan pun tampak lesu dengan hanya tercatat sebanyak 833,433 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp1,287 triliun. Investor asing mulai menarik uangnya dari lantai bursa ditengah ketidakpastian indeks dengan angka net selling hingga Rp220,252 miliar.
Bursa utama regional pun kompak terkapar, sebagaimana yang terjadi di bursa Nikkei 225 yang turun 109,62 poin ke 8.911,13 dan indeks Hang Seng yang terjun bebas 285,88 poin ke 19.514,76, sedangkan Strait Times pun merosot 31,81 poin ke 2.946,74.
Sektor penopang indeks pun serempak bergerak melemah yang dipimpin oleh sektor pertambangan yang turun 41,17 poin dan sektor perkebunan yang turun 32,24 poin.
Berikut ini saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.350 ke Rp60.150, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp650 ke Rp49.500, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp500 ke Rp22.500.
Sedangkan saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp28.000 ke Rp180.000, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik Rp400 ke Rp10.200, saham PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik Rp150 ke Rp2.200.
IHSG, Senin (9/7/2012) sesi I terperosok 56,09 poin ke 3.999,11. Sementara itu, indeks LQ45 merosot 11,45 poin ke 683,08 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 9,88 poin ke 554,04.
Sebanyak 197 saham melemah, 38 saham menguat, dan 62 saham tidak berubah harga. Volume perdagangan pun tampak lesu dengan hanya tercatat sebanyak 833,433 juta lembar saham dengan nilai transaksi Rp1,287 triliun. Investor asing mulai menarik uangnya dari lantai bursa ditengah ketidakpastian indeks dengan angka net selling hingga Rp220,252 miliar.
Bursa utama regional pun kompak terkapar, sebagaimana yang terjadi di bursa Nikkei 225 yang turun 109,62 poin ke 8.911,13 dan indeks Hang Seng yang terjun bebas 285,88 poin ke 19.514,76, sedangkan Strait Times pun merosot 31,81 poin ke 2.946,74.
Sektor penopang indeks pun serempak bergerak melemah yang dipimpin oleh sektor pertambangan yang turun 41,17 poin dan sektor perkebunan yang turun 32,24 poin.
Berikut ini saham-saham yang bergerak melemah (top lossers) diantaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.350 ke Rp60.150, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun Rp650 ke Rp49.500, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp500 ke Rp22.500.
Sedangkan saham-saham yang bergerak menguat (top gainers) diantaranya PT Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk (SQBI) naik Rp28.000 ke Rp180.000, saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik Rp400 ke Rp10.200, saham PT Jembo Cable Company Tbk (JECC) naik Rp150 ke Rp2.200.
(and)
Lihat Juga :