Pasokan kurang, harga daging ayam & telur kian meroket
Rabu, 11 Juli 2012 - 12:14 WIB
Pasokan kurang, harga daging ayam & telur kian meroket
A
A
A
Sindonews.com - Seiring dengan kenaikan harga sembako di berbagai daerah di Indonesia, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, juga mengalami hal yang sama. Kenaikan yang cukup mencolok terlihat pada harga daging ayam dan harga telur.
Berdasarkan pantauan Sindonews di pasar Ulin Raya, daging ayam saat ini dijual dengan harga Rp21 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp7.000 dari dua minggu yang lalu, dimana sebelumnya hanya dijual Rp14 ribu per kilogram.
"Ini dari dua minggu yang lalu, naiknya jauh sekali, jadi susah menjualnya," ujar Sri Rukmiati, seorang pedagang kepada Sindonews, Rabu (11/7/2012).
Penyebab utama kenaikan, menurutnya, adalah pasokan dari peternak mandiri yang kurang kepada penjual di samping suasana menjelang bulan puasa dan Lebaran. Sehingga, perusahaan swasta yang ada menjual daging dengan harga yang cukup mahal.
"Kalau peternak mandiri itu pasokannya ada, harganya pasti jatuh. Ini sudah dua minggu ngambil ayam plasma saja. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu (menjelang Lebaran) paling harga ayam paling tinggi Rp20 ribu," jelasnya.
Sedangkan harga telur, tercatat kenaikan Rp1.500, dimana sebelumnya Rp18.500 dan saat ini dijual dengan harga Rp20 ribu. Penyebabnya, lebih dikarenakan faktor menjelang bulan Ramadan dimana permintaan juga melonjak.
Sedangkan untuk yang lain, seperti gula, hanya mencatat kenaikan Rp500, baik untuk gula putih ataupun gula kuning. Begitupun dengan yang terjadi pada beras, baik kualitas premium dan medium.
Berdasarkan pantauan Sindonews di pasar Ulin Raya, daging ayam saat ini dijual dengan harga Rp21 ribu per kilogram. Harga tersebut naik Rp7.000 dari dua minggu yang lalu, dimana sebelumnya hanya dijual Rp14 ribu per kilogram.
"Ini dari dua minggu yang lalu, naiknya jauh sekali, jadi susah menjualnya," ujar Sri Rukmiati, seorang pedagang kepada Sindonews, Rabu (11/7/2012).
Penyebab utama kenaikan, menurutnya, adalah pasokan dari peternak mandiri yang kurang kepada penjual di samping suasana menjelang bulan puasa dan Lebaran. Sehingga, perusahaan swasta yang ada menjual daging dengan harga yang cukup mahal.
"Kalau peternak mandiri itu pasokannya ada, harganya pasti jatuh. Ini sudah dua minggu ngambil ayam plasma saja. Tapi kalau dibandingkan dengan tahun lalu (menjelang Lebaran) paling harga ayam paling tinggi Rp20 ribu," jelasnya.
Sedangkan harga telur, tercatat kenaikan Rp1.500, dimana sebelumnya Rp18.500 dan saat ini dijual dengan harga Rp20 ribu. Penyebabnya, lebih dikarenakan faktor menjelang bulan Ramadan dimana permintaan juga melonjak.
Sedangkan untuk yang lain, seperti gula, hanya mencatat kenaikan Rp500, baik untuk gula putih ataupun gula kuning. Begitupun dengan yang terjadi pada beras, baik kualitas premium dan medium.
(and)
Lihat Juga :