Harga daging ayam di Banjarbaru melonjak 50%
Rabu, 11 Juli 2012 - 14:55 WIB
Harga daging ayam di Banjarbaru melonjak 50%
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan cukup heran melihat kenaikan harga daging ayam yang terjadi di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang melonjak 50 persen sejak dua minggu terakhir.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo menilai, kondisi ini memang berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Dirinya berjanji akan bertindak cepat mengatasi hal tersebut dengan berkoordinasi dengan Dinas terkait di Kota Banjarbaru.
"Kenaikan memang terjadi karena terpengaruh harga pangan, tapi kenaikan seharusnya tidak terlalu besar," ujarnya seusai memantau Pasar Ulin Raya, Banjarbaru, Rabu (11/7/2012).
Sebelumnya sudah diprediksi, kenaikan harga daging ayam hanya terjadi di kisaran 10 hingga 25 persen. Selain dipengaruhi harga pangan menjelang puasa, Gunaryo mengatakan juga disebabkan peralihan konsumsi daging sapi. Dimana diketahui, harga daging sapi naik drastis dari beberapa bulan belakangan.
Kondisi di Banjarbaru, dia menjelaskan, faktor pasokan menjadi asumsi pertama yang akan ditelusuri. Karena juga diindikasikan minimnya produksi dari peternak lokal. Solusi terdekat, menurutnya, akan ada tambahan distribusi dari daerah lain.
"Kalau itu karena pasokan, saya rasa akan ada peralihan distribusi dari daerah lain. Itu akan berlangsung otomatis karena pedagang akan melihat potensi bisnis kan," jelasnya.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Gunaryo menilai, kondisi ini memang berbeda dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Dirinya berjanji akan bertindak cepat mengatasi hal tersebut dengan berkoordinasi dengan Dinas terkait di Kota Banjarbaru.
"Kenaikan memang terjadi karena terpengaruh harga pangan, tapi kenaikan seharusnya tidak terlalu besar," ujarnya seusai memantau Pasar Ulin Raya, Banjarbaru, Rabu (11/7/2012).
Sebelumnya sudah diprediksi, kenaikan harga daging ayam hanya terjadi di kisaran 10 hingga 25 persen. Selain dipengaruhi harga pangan menjelang puasa, Gunaryo mengatakan juga disebabkan peralihan konsumsi daging sapi. Dimana diketahui, harga daging sapi naik drastis dari beberapa bulan belakangan.
Kondisi di Banjarbaru, dia menjelaskan, faktor pasokan menjadi asumsi pertama yang akan ditelusuri. Karena juga diindikasikan minimnya produksi dari peternak lokal. Solusi terdekat, menurutnya, akan ada tambahan distribusi dari daerah lain.
"Kalau itu karena pasokan, saya rasa akan ada peralihan distribusi dari daerah lain. Itu akan berlangsung otomatis karena pedagang akan melihat potensi bisnis kan," jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :