Impor daging sapi diputuskan pekan depan
Rabu, 11 Juli 2012 - 15:12 WIB
Impor daging sapi diputuskan pekan depan
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus menunggu hingga satu minggu ke depan untuk memutuskan melakukan impor daging sapi atau tidak. Selama itu, ketersediaan daging sapi dan kestabilan harga akan dipantau di beberapa titik di Indonesia.
"Itu belum kita putuskan untuk impor daging sapi, lagi dipantau harga dan pasokan dan juga sudah kita koordinasikan dengan Kementerian Pertanian jika dimungkinkan impor daging sapi," kata Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Gunaryo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/7/2012).
Dia menambahkan, jika nantinya harga daging sapi merata di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kg sampai dengan satu minggu kedepan, maka akan dipastikan untuk melakukan impor daging sapi. Kecenderungan, menurutnya, impor sapi dilakukan dari negara Australia dan Selandia Baru.
Saat ini, pasokan yang tersedia 150 ribu ton dalam bentuk sapi hidup dan siap dimasukkan ke Rumah Potong Hewan (RPH). Dia menyatakan jumlah tersebut akan terlebih dahulu disalurkan sebelum impor dilakukan.
"Kita nanti tinggal kroscek dengan pergerakan harga, kalau kami kan punya indikator harga yang dilihat, apa harga laten atau ada shock. Kalau ada shock kita segera lihat stok tadi, jangan sampai dibutuhkan enggak ada," jelasnya.
Gunaryo juga belum dapat memastikan jumlah daging sapi yang akan diimpor. Hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dalam range waktu tertentu. "Kita lihat juga di RPH dan masing-masing daerah itu kebutuhan perbulan berapa itu yang harus kami pantau," ucapnya.
"Kalau ada impor daging nantinya juga hanya untuk wilayah Jabodetabek dan Banten karena memang 80 persen dari konsumen daging impor memang di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten," pungkasnya.
"Itu belum kita putuskan untuk impor daging sapi, lagi dipantau harga dan pasokan dan juga sudah kita koordinasikan dengan Kementerian Pertanian jika dimungkinkan impor daging sapi," kata Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Gunaryo di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rabu (11/7/2012).
Dia menambahkan, jika nantinya harga daging sapi merata di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kg sampai dengan satu minggu kedepan, maka akan dipastikan untuk melakukan impor daging sapi. Kecenderungan, menurutnya, impor sapi dilakukan dari negara Australia dan Selandia Baru.
Saat ini, pasokan yang tersedia 150 ribu ton dalam bentuk sapi hidup dan siap dimasukkan ke Rumah Potong Hewan (RPH). Dia menyatakan jumlah tersebut akan terlebih dahulu disalurkan sebelum impor dilakukan.
"Kita nanti tinggal kroscek dengan pergerakan harga, kalau kami kan punya indikator harga yang dilihat, apa harga laten atau ada shock. Kalau ada shock kita segera lihat stok tadi, jangan sampai dibutuhkan enggak ada," jelasnya.
Gunaryo juga belum dapat memastikan jumlah daging sapi yang akan diimpor. Hal tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan konsumen dalam range waktu tertentu. "Kita lihat juga di RPH dan masing-masing daerah itu kebutuhan perbulan berapa itu yang harus kami pantau," ucapnya.
"Kalau ada impor daging nantinya juga hanya untuk wilayah Jabodetabek dan Banten karena memang 80 persen dari konsumen daging impor memang di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten," pungkasnya.
(and)
Lihat Juga :