Pertumbuhan kredit tembus 26,3%
Kamis, 12 Juli 2012 - 16:54 WIB
Pertumbuhan kredit tembus 26,3%
A
A
A
Sindonews.com - Industri perbankan menunjukkan kinerja yang semakin solid sebagaimana tercermin pada tingginya rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) yang berada jauh di atas minimum delapan persen dan terjaganya rasio kredit bermasalah (NPL/Non Performing Loan) gross di bawah lima persen.
Sementara itu, intermediasi perbankan juga terus membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir Mei 2012 mencapai 26,3 persen (yoy). Kredit investasi tumbuh cukup tinggi, sebesar 29,3 persen (yoy), dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian. Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 28,9 persen (yoy) dan 20,3 persen(yoy).
"Dewan Gubernur tetap fokus pada upaya menjaga keseimbangan eksternal, terutama untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, dan pengendalian inflasi," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution saat konferensi pers, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Darmin meyakinkan Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Respon kebijakan suku bunga BI Rate tetap diarahkan untuk mengendalikan tekanan inflasi dari sisi fundamental sesuai prakiraan makroekonomi ke depan.
Bank Indonesia akan melanjutkan penguatan operasi moneter dan kebijakan makroprudensial, termasuk dengan menjaga kecukupan likuiditas dan mendorong pendalaman pasar keuangan, untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menjaga ekspektasi inflasi.
"Di samping itu, koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus diperkuat," tuntasnya.
Sementara itu, intermediasi perbankan juga terus membaik, tercermin dari pertumbuhan kredit yang hingga akhir Mei 2012 mencapai 26,3 persen (yoy). Kredit investasi tumbuh cukup tinggi, sebesar 29,3 persen (yoy), dan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas perekonomian. Sementara itu, kredit modal kerja dan kredit konsumsi masing-masing tumbuh sebesar 28,9 persen (yoy) dan 20,3 persen(yoy).
"Dewan Gubernur tetap fokus pada upaya menjaga keseimbangan eksternal, terutama untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, dan pengendalian inflasi," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution saat konferensi pers, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Darmin meyakinkan Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah ditempuh selama ini. Respon kebijakan suku bunga BI Rate tetap diarahkan untuk mengendalikan tekanan inflasi dari sisi fundamental sesuai prakiraan makroekonomi ke depan.
Bank Indonesia akan melanjutkan penguatan operasi moneter dan kebijakan makroprudensial, termasuk dengan menjaga kecukupan likuiditas dan mendorong pendalaman pasar keuangan, untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah dan menjaga ekspektasi inflasi.
"Di samping itu, koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah juga terus diperkuat," tuntasnya.
(and)
Lihat Juga :