BI: Bantuan untuk IMF tak kurangi cadangan devisa
Kamis, 12 Juli 2012 - 17:19 WIB
BI: Bantuan untuk IMF tak kurangi cadangan devisa
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution memastikan, bantuan kepada lembaga keuangan dunia Internasional Monetery Fund (IMF) yang nilainya mencapai USD1 miliar, tidak akan sedikitpun berpengaruh terhadap cadangan devisa Indonesia.
Hal tersebut diutarakannya usai menghadiri acara press conference mengenai suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
"Kita membantu dengan meminjamkan cadangan devisa (cadev), tapi tidak mengurangi cadev kita," terang Darmin memastikan ketika dijumpai wartawan dalam kesempatan tersebut.
Komposisi cadangan devisa Indonesia, tambah Darmin, tidak hanya disimpan dalam bentuk dolar. "Sebagian dalam bentuk surat berharga negara tetangga (seperti Australia, Kanada, Inggris dan Jerman)," tambahnya.
Sehingga, menurut Darmin, kalau dilihat komposisi cadev dari berbagai bentuk mata uang, dan itu semua tetap cadev. "Dengan alasan itulah BI memutuskan membantu IMF dengan cadangan devisa, sebab jika mengandalkan pemerintah, maka harus menggunakan dana dari APBN," imbuh Darmin.
Darmin menjelaskan, jika APBN dalam bentuk uang pergi, maka tidak ada lagi di APBN. Tapi, jika itu berupa cadev, maka bisa dipakai kembali sebagai cadev.
"Terkait dengan nilai USD1 miliar, angka tersebut adalah kesepakatan voting para pemimpin dunia," kata Darmin.
Sehingga, lanjutnya, beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura juga memberikan bantuan dalam jumlah yang sama. "Ini juga kesepakatan BI dan pemerintah, bantu dengan pinjamkan, tapi cadangan devisa tidak berkurang," simpulnya. Sebagaimana diketahui devisa Indonesia saat ini sebesar USD106,5 miliar.
Hal tersebut diutarakannya usai menghadiri acara press conference mengenai suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
"Kita membantu dengan meminjamkan cadangan devisa (cadev), tapi tidak mengurangi cadev kita," terang Darmin memastikan ketika dijumpai wartawan dalam kesempatan tersebut.
Komposisi cadangan devisa Indonesia, tambah Darmin, tidak hanya disimpan dalam bentuk dolar. "Sebagian dalam bentuk surat berharga negara tetangga (seperti Australia, Kanada, Inggris dan Jerman)," tambahnya.
Sehingga, menurut Darmin, kalau dilihat komposisi cadev dari berbagai bentuk mata uang, dan itu semua tetap cadev. "Dengan alasan itulah BI memutuskan membantu IMF dengan cadangan devisa, sebab jika mengandalkan pemerintah, maka harus menggunakan dana dari APBN," imbuh Darmin.
Darmin menjelaskan, jika APBN dalam bentuk uang pergi, maka tidak ada lagi di APBN. Tapi, jika itu berupa cadev, maka bisa dipakai kembali sebagai cadev.
"Terkait dengan nilai USD1 miliar, angka tersebut adalah kesepakatan voting para pemimpin dunia," kata Darmin.
Sehingga, lanjutnya, beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura juga memberikan bantuan dalam jumlah yang sama. "Ini juga kesepakatan BI dan pemerintah, bantu dengan pinjamkan, tapi cadangan devisa tidak berkurang," simpulnya. Sebagaimana diketahui devisa Indonesia saat ini sebesar USD106,5 miliar.
(and)
Lihat Juga :